Beranda Kegiatan Sosial Bazar Amal Ramadhan 1439 H Mengetuk Hati Nurani Yang Bernuansa Seni

Bazar Amal Ramadhan 1439 H Mengetuk Hati Nurani Yang Bernuansa Seni

210
Pentas Gabungan Tiga Sanggar Seni, Desa Mirring (02/06) Foto Asrul

Pattae.com | Ramadhan bulan dimana amal dilipat gandakan termasuk menyantuni anak yatim piatu. Hal inilah kemudian dilakukan ketiga komunitas sanggar seni yang ada di Kecamatan Binuang Polewali Mandar.

Melalui Ramadan kali ini (1439 H), komunitas seni yang ada di Kecamatan Binuang seperti Sanggar Seni Sipatuo Mammesa (Mirring), Sanggar Seni Bura’ Lembong (Tonyaman) dan Sanggar Seni Pikkambuangan (Batetangnga) melakukan kolaborasi pada kegiatan Bazar Amal Ramadan, Sabtu 2 Juni 2018.

Bertema Mengetuk Hati Nurani dengan Berbagi di Bulan Suci, bazar amal Ramadan dilakukan di Warkop S3M (Studio Arel Band) Desa Mirring Kecamatan Binuang serta dimeriahkan dengan Musik Akustik dan Puisi dari tiga sanggar seni tersebut (2/6).

Bazar amal ramadan ini bertujuan menggalang dana untuk didonasikan nantinya kepada anak yatim piatu yang ada disalah satu panti asuhan di Polewali Mandar.

Muh. Amin, ketua umum Sanggar Seni Sipatuo Mammesa mengatakan, sanggar seni tak hanya berurusan dengan dunia seni, akan tetapi juga memunculkan rasa kepedulian kepada sesama termasuk kepada anak-anak yatim piatu.

”Kegiatan ini diselenggarakan karena selama ini kebanyakan sanggar seni hanya penggalangan dana untuk kegiatan sanggarnya sendiri, maka dari itu kami beberapa sanggar seni membuktikan dengan cara ini sanggar seni tidak hanya berseni saja tapi beramal juga bisa dengan memberikan sedekah kepada anak yatim piatu” Tuturnya.

Sebelumnya, penggalangan dana untuk anak yatim piatu dilakukan dengan menjual karcis jauh hari sebelum pelaksanaan bazar, yang mana di dalamnya terdapat daftar makanan dan minuman seperti pisang nugget dan kopi.

Tidak sampai disitu, sebelumnya juga, Ketiga sanggar seni tersebut telah melakukan aksi penggalangan dana di sepanjang pantai bahari Polewali Mandar.

Aksi Penggalangan Dana hantu Nurani, Alun-Alun Kota Polman (27/05) Foto : Meni

Aksi mereka tergolong unik karena menggunakan kostum yang tidak biasanya yakni, menggunakan kostum putih layaknya hantu yang mereka namai dengan hantu nurani.

Selain itu, melalui kegiatan seperti ini diharapkan masyarakat akan lebih tinggi lagi rasa pedulinya terhadap kehidupan sosial yang ada di sekitar.

Adapun hasil penggalangan dana dan bazar amal tersebut akan mereka salurkan kepada anak yatim piatu nantinya.

Saat berita ini dipublikasikan, ketiga sanggar seni tersebut masih melakukan penggalangan dana yang serupa dengan konsep Hantu Nurani nya. (Linda/*)