Beranda Kepemudaan Diusia yang Baru 18 Tahun, Putra Pattae Ini Telah Menjabat Sebagai CEO

Diusia yang Baru 18 Tahun, Putra Pattae Ini Telah Menjabat Sebagai CEO

512
Haekal Fikri : CEO dan founder aplikasi ojek online Mahajek yang masih sangat muda

Usia 18 tahun merupakan usia yang kebanyakan anak diisi dengan bersenang-senang dan bergaul untuk mendapatkan teman sebanyak-banyaknya. Namun cerita berbeda ditunjukkan seorang putra pattae satu ini. Diusia yang baru menginjak 18 tahun, haekal telah berhasil menjadi seorang founder sekaligus menjabat sebagai seorang CEO dari produk yang dibuatnya.

Haekal Fikri yang sering juga disapa dengan sapaan haekal merupakan seorang founder sekaligus menjabat sebagai CEO. lahir dikanang dari pasangan Arifuddin Arsyad dan Normadiah, haekal merupakan anak sulung dari 4 bersaudara. Dalam kesehariannya haekal dikenal oleh keluarga dekatnya sebagai anak yang mandiri, dan cenderung pendiam.

Hobby dan passionnya dibidang informasi dan teknologi (IT) menjadi modal dasar baginya untuk menciptakan sebuah aplikasi jasa transportasi online / ojek online. Aplikasi yang diberi nama “MAHAJEK” tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa yang terkendala dan membutuhkan jasa transportasi dalam aktivitas akademiknya.

Dalam wawancaranya dengan tim pattae.com via whatsapp, haekal menceritakan awal mulanya berfikir menciptakan mahajek dikarenakan keresahan mahasiswa di Unsulbar yang terkendala dengan akses jalan menuju kampus yang kurang bagus, sehingga memaksa sebagian mahasiswa harus berjalan kaki hingga 1.6 km untuk sampai dikampus.

“awalnya saya berfikiran untuk menciptakan aplikasi mahajek ini adalah karena melihat keresahan mahasiswa di Unsulbar yang akses jalan menuju kampus itu kurang bagus, sehingga transportasi umum belum ada yang melayani sampai kampus, hal ini membuat mahasiswa harus berjalan kaki hingga 1.6 km setiap harinya. Jadi disaat orang lain melihat itu sebagai hal buruk, saya melihatnya sebagai peluang dengan memberdayakan mahasiswa itu sendiri untuk membantu sesama mahasiswa “ tutur haekal

Mahajek merupakan layanan ojek online dari mahasiswa untuk mahasiswa, hal ini yang menjadi pembeda mahajek dengan aplikasi-aplikasi ojek online yang sudah ada sebelumnya. Selain itu, mahajek juga memberikan edukasi kepada para drivernya seperti kursus bahasa inggris dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan dengan menjual produk berupa makanan kepada para penumpangnya.

Dari segi fitur-fitur layanannya, mahajek juga memiliki fitur seperti “cyduk” untuk penumpang yang tidak memiliki android sehingga bisa memesan via sms. Disamping itu, mahajek juga memiliki fitur “Baper”. Fitur tersebut merupakan fitur yang memberikan kesempatan kepada penumpang untuk belanja bersama dengan driver. Dan fitur “Razia” dimana fitur ini untuk ikut gratis (nebeng) kekampus baik driver maupun non driver. Kemudian fitur “Maha-pulkam” diperuntukkan untuk mahasiswa bisa pulang kampung bersama dengan teman sekampungnya.

Selain Mahajek, Haekal yang merupakan mahasiswa Unsulbar prodi bahasa ingris ini juga telah membuat beberapa aplikasi lainya diantaranya Mandarpedia.co.id. Aplikasi tersebut merupakan aplikasi yang diharapkan akan membantu para wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Barat untuk memesan hotel atau penginapan secara online, mendapatkan pemandu wisata, membeli oleh-oleh khas mandar, juga merupakan tempat menggalang dana untuk tempat wisata.

Saat ini Haekal menjabat sebagai founder and CEO Mandart Corporation, Mandarpedia, founder Maha-jek, lecturer Google Education groups, ketua umum relawan TIK Sulawesi Barat 2016-2020, wakil ketua unit kegiatan mahasiswa film dan fotografi Unsulbar. Ia juga bekerja di Web Developer, IT consultant, Lecturer Cyber Security pondok informatika, Ict and English volunteer, penulis, blogger, fasilitator Google gapura digital Makassar, pengajar English for ICT di Lpkt Majene, Tenaga pendamping dan penasihat di dinas Kominfo, statistik dan persandian Kabupaten Majene.

Haekal kepada tim pattae.com mengutarakan harapannya, “semoga dengan hadirnya mahajek ini mahasiswa bisa merdeka sesuai jargonnya, dimana mahasiswa bisa belajar dengan tenang tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga menuju kampus, kemudian bisa menjadi opsi mahasiswa untuk mencari uang jajan tambahan.”

Lebih jauh haekal berharap kedepan bisa terus mengembangkan mahajek sehingga bisa hadir diseluruh kabupaten di Sulawesi barat.

“ Saat ini kami sementara merampungkan persyaratan administrasi di tingkat provinsi, agar mahajek bisa hadir disetiap kabupaten di Sulawesi barat. Insya Allah agustus, Mahajek sudah bisa beroperasi di kabupaten Polewali Mandar.” Tutup haekal