Beranda Up Date News Inilah Beberapa Usulan dan Tanggapan Muncul Pada Dialog Publik Batetangnga

Inilah Beberapa Usulan dan Tanggapan Muncul Pada Dialog Publik Batetangnga

1047
BAGEI TOLAEN !
Photo bersama Kerukunan Keluarga Pelajar Mahasiswa Batetangnga (KKPMB) bersama 7 narasumber dan para tokoh adat desa Batetangnga Senin 26/06/2017 (Foto: Aby)

PATTAE.com | Batetangnga- Para Narasumber, Pemerintah desa, Tokoh Adat, dan ratusan masyarakat yang datang menyaksikan dialog publik untuk membicarakan tentang bagaimana menata Batetangnga dari berbagai potensi yang ada serta tantangan kedepan, memunculkan beberapa usulan dan tanggapan.

Usulan dan tanggapan yang muncul, berbeda-beda dari setiap narasumber pada dialog publik yang di moderatori, M.Irsyadi Ramadhan, malam tadi Senin (26/06)

Pada dialog tersebut, usulan pertama dari narasumber, Prof. Husain Syam, menyampaikan usulannya tentang bagaimana jika nama desa Batetangnga diganti menjadi desa Kanang.

Secara regulasi, Menurutnya itu bisa diganti, hal ini juga dikarenakan nama Kanang lebih populer secara nasional, ketimbang nama Batetangnga, salah satu yang menjadi contoh adalah Ujung Pandang berganti nama menjadi Makassar.

Putra terbaik Kanang yang menjadi orang nomor satu di kampus oranye (UNM) ini juga menyampaikan komitmennya untuk tetap membantu anak-anak dari Batetangnga yang berprestasi mendaftarkan diri menjadi mahasiswa di kampus yang dipimpinnya untuk Batetangnga kedepan.

Selain itu, Ia juga menyampaikan rasa keprihatinannya mendegar beberapa kasus tauran anak-anak yang bisa mempermalukan Batetangnga diluar, dan menegaskan kepada pemerintah desa, jangan lepas tanggung jawab dari persoalan tersebut.

Komentar narasumber kedua, Prof. Hamzah Halim, yang sekarang ini menjabat sebagai Wakil PD III Fakultas Hukum UNHAS, pada kesempatan dialog tersebut, Ia membahas tentang kasus tauran antar pemuda yang terjadi sebanyak 2 kali sepanjang tahun 2017 ini.

hal ini juga merupakan penegasan kepada pemerintah desa untuk tetap konsisten melawan kasus kriminalitas yang dilakukan pemuda desa Batetangnga. jika pemerintah tidak sanggup menangani hal tersebut, Guru besar Fakultas Hukum Unhas ini mengajak warga untuk tidak memilih kepala desa sekarang, untuk pemilihan berikutnya

Menurutnya, jika ingin Batetangnga lebih baik kedepan, kita harus konsisten dengan apa yang dibicarakan dan disepakati bersama, jangan sampai kita hanya capek berdialog namun hasilnya kita tidak konsisten menjalankannya.