Beranda Ekonomi Jelang Bulan Ramadhan, Wisata Alam Rawa Bangun Gelar Lomba Mancing

Jelang Bulan Ramadhan, Wisata Alam Rawa Bangun Gelar Lomba Mancing

364
BAGEI TOLAEN !
Lomba Mancing yang di adakan oleh pengelola Wisata Alam Rawa Bangun Kamis, 25/05/2017 (Foto: Fikri)

PATTAE.com | Wisata Alam- Menyambut masuknya bulan ramadhan, pihak pengelola sekaligus pemilik wisata alam Rawa Bangun yang ada di desa Batetangnga, kali ini mengadakan lomba Mancing Ikan Air Tawar yang berlokasi di area wisata Rawa Bangun, Kamis (25/05).

Event Lomba Mancing

Rawa bangun atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Wisata Alam Rawa Bangun sejak awal didirikan memang dirancang sebagai pusat pengembangan Ikan Air Tawar khususnya Nila, Lele dan Ikan Emas. Maka tidak mengherankan kalau area tempat ini lebih didominasi oleh tambak ikan air tawar. Letaknya yang strategis serta dukungan kondisi alam yang mempesona dilihat sebagai potensi lain oleh sang pengelola sehingga pada tahun 2011 lalu tempat ini dikembangkan lagi sebagai area wisata mancing.

Hal tersebut ditandai dengan diadakannya event lomba mancing yang melibatkan berbagai komunitas fishing dari beberapa kabupaten diluar Polewali Mandar seperti Pinrang, Mamasa, Majene, Sidrap dan kotamadya Pare-Pare.

Mencoba mengulang sukses kala itu, pada hari Kamis 25 Mei 2017 pihak manajemen Wisata Alam Rawa Bangun mengadakan kembali Lomba Mancing. Event ini memanfaatkan waktu libur menjelang Bulan Ramadhan dimana pada saat-saat seperti itu banyak orang yang memilih berlibur dengan menyalurkan hobby atau mencari hiburan di alam bebas.

Dengan promosi yang disebarkan melalui baliho pada tempat-tempat strategis dan melalui media sosial, event lomba mancing kali ini mampu menarik perhatian komunitas fishing dari Luar Sulawesi Barat. Meskipun peserta lokal justru sangatlah kurang.

“yang hadir ini adalah Dandim Mamuju kebetulan dia berdomisili di Pare-Pare” tutur Ir. Abdul Rajab Pengelola wisata alam rawa bangun

“Peserta polman kurang sekali yang dominan masuk (lomba mancing) peserta dari luar Sulawesi Barat” lanjutnya.

Antusias peserta lomba sangat besar, mereka berharap potensi ikan air tawar di daerah ini dapat dilirik oleh pemerintah daerah untuk dikembangkan, baik melalui penyaluran bantuan modal maupun penyuluhan teknis pengelolaan tambak dan budidayakan ikan khususnya ikan air tawar.

“Potensi untuk (pengembangan) ikan air tawar dan lokasi-lokasi pemancingan sangat mendukung. Saya harap khususnya pemerintah daerah mungkin bisa melirik agar warga-warga di sini bisa ada bantuan” demikian testimony Pak Fajri dari komunitas LADOMA FISHING CLUB asal Kotamadya Pare-pare yang merupakan salah satu peserta yang sempat berbincang dengan tim pattae.com

Pengembangan Layanan Wisata

Seiring kebutuhan masyarakat akan wisata, pengelola Wisata Alam Rawa Bangun pun kian melakukan penambahan fasilitas agar pengunjung benar-benar merasa nyaman ditempat ini.

Pada saat ini, terdapat tambahan fasilitas berupa Kolam Renang untuk orang dewasa, dimana sebelumnya, yang ada baru fasilitas kolam renang untuk anak-anak dan remaja.

Pembukaan akses ke sungai (Binuang) juga merupakan salah satu bentuk pengembangan area wisata, sehingga pengunjung memiliki banyak pilihan tempat

Layanan lain yang sudah ada yaitu fasilitas sound System bagi para pengunjung yang ingin mengagendakan pertemuaan (meeting). Beberapa instansi  pemerintah pernah melakukan rapat internal instansinya disini selain itu rapat koordinasi antara pelaku program-program pemberdayaan juga sering dilakukan ditempat ini.

Melengkapi sarana hiburan ditempat ini juga terdapat fasilitas untuk karokean, namun masih dengan perangkat dan aplikasi yang sederhana.

Selain itu, perluasan area parkir juga tengah di lakukan, mengingat halaman parkir yang ada hanya memuat belasan mobil saja.

Demi meningkatkan layanan parkir, pihak pengelola tengah melakukan penataan ulang mengenai tata ruang area wisata.

Untuk memperluas area parkir tersebut, pihak pengelolah wisata Rawa Bangun merelokasi bangunan yang selama ini menjadi tempat meeting ke area lain, sehingga lokasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai lahan parkiran.

Perluasan area parkir ini merupakan saran dari para pengunjung yang datang, untuk segera memperluas area parkir

Wisata Alam Rawa Bangun sebagai pelopor pengembangan kuliner khas Pattae’

Ketersediaan kuliner di tempat ini merupakan daya tarik yang besar, dimana 80% dari pengunjung yang datang adalah mereka yang ingin menikmati masakan-masakan khas Sulawesi, seperti Nasu Kadundung, Nasu Palakko, Bale Tunu, Manuk Panggang dan sebagainya.

Wisata Alam Rawa Bangun juga merupakan pusat pelestarian sekaligus promosi masakan khas pattae “Nasu Kandundung”.

Pada tahun 2012 lokasi wisata Rawa Bangun menjadi tempat dilaksanakannya demo masak “Nasu Kadundung” yang mana kegiatan tersebut sempat tayang pada beberapa Media Televisi Nasional. Hal ini merupakan bentuk kegiatan yang memperkenalkan masakan tradisional suku pattae “Nasu Kadundung” dimata para penikmat kuliner Nusantara

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara Pihak wisata Rawa Bangun degan pihak kelompok sadar wisata desa Batetangnga yang di bina langsung olah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Polewali Mandar.