Beranda Sosial & Masyarakat Jembatan Gantung Penanian-Tulian Ambruk, Akses Petani Terputus

Jembatan Gantung Penanian-Tulian Ambruk, Akses Petani Terputus

107

PaTTaE.com | Jembatan gantung yang berlokasi di Dusun Penanian, Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang Ambruk diterjang air sungai Binuang, Rabu 2/1/2019. Diperkirakan Jembatan ambruk sekitar Pukul 22.30 WiTa malam tadi.

Hujan yang mengguyur Desa Batetangnga dan sekitarnya menyebabkan debit air sungai Binuang meluap hingga merobohkan jembatan gantung yang menghubungkan Penanian dengan Kampung Tulian.

Selain tidak adanya tanggul (Buronjong) menahan debit air disisi kanan, juga menjadi penyebab tiang penopang jembatan roboh hingga kedasar sungai.

Jauh sebelumnya, masyarakat Dusun Penanian telah khawatir melalui jembatan tersebut, karena penopang jembatang sudah terlihat mulai roboh.

Sala satu masyarakat yang ditemui kontributor pattae.com Firman, mengatakan, jauh sebelumnya warga sudah mulai waswas melewati jembatan tersebut karena tanah pada tiang sebelah kanan jembatan sudah terkikis arus air.

“kami selalu waspada jika mau melalui jembatang gantung ini karena kondisinya sudah membahayakan”. Tuturnya

Warga Dusun Penanian ini juga mengatakan, jembatan gantung tersebut, merupakan satu-satunya akses warga tuk mengangkut hasil pertanian mereka.

“Jembatan gantung ini adalah satu – satunya akses masyarakat mengangkut hasil buminya seperti durian, langsat dan gabah. Bukan hanya masyarakat Desa Batetangnga saja yang melalui jembatang gantun ini. Masyarakat tandakan, dan Binuang, sering juga dilalui untuk mengangkut hasil gabahnya” Lanjut Firman.

Ambruknya jembatan gantung tersebut, membuat roda dua milik warga pun tak bisa melintas sehingga, memaksa warga harus berjalan kaki melawati arus sungai menuju kebun dan sawa mereka.

Salah satu pemilik kebun di daerah Tulian, Tanto mengatakan, untuk menuju ke daerah Tulian. Jalan alternatif yang bisa dilalui kendaraan yaitu sungai Bakka, itupun jika debit air sugai tersebut tidak meluap.

“saat ini kami harus membuat jembatan darurat di Sungai Bakka untuk bisa menyebrangkan kendaraan kami. Tapi, jika air tinggi kendaraan tidak bisa dilalui, kecuali jika air sungai turun”. Jelasnya

Jembatan gantung ini mulai dibangun pada tahun 2010 dari dana PNPM mandiri pedesaan, dan diresmikan pada 29 Oktober 2011. Kini umur jembatang gantung tersebut sudah 4 tahun lamanya dan roboh pada tanggal 3 januari 2019.

Foto: Jembatan Gantung Penanian Ambruk

Berikut Photo jembatan gantung ambruk yang berlokasi di Dusun Penanian Rabu, 2/1/2019.

Jembatan Gantung Dusun Penanian roboh
Foto Jembatan Gantung Roboh diterjang arus air sungai Binuang, Rabu 2/1/2019 malam tadi. Jepretan Tato
Jembatan Gantung Dusun Penanian roboh
Photo hasil Jepretan Tato
Jembatan Gantung Dusun Penanian roboh
Jepretan Tato
Jembatan Gantung Dusun Penanian roboh
Jepretan Tato
Terlihat beberapa warga mengambil serpihan jembatan gantung yang roboh diterjang arus sungai Binuang, Rabu 2/1/2019 malam tani. Photo: Tato
Terlihat beberapa warga mengambil serpihan jembatan gantung yang roboh diterjang arus sungai Binuang, Rabu 2/1/2019 malam tani. Photo: Tato

Kontributor: Ridwan