Beranda Opini Kenapa Desa Batetangnga Lebih Dikenal Sebagai Desa Kanang ?

Kenapa Desa Batetangnga Lebih Dikenal Sebagai Desa Kanang ?

1699

Issu Pergantian Nama Batetangnga Menjadi Kanang

Pada awal Tahun 2017 di sebuah pesta perkawinan, ada isu yang beredar akan perubahan nama kampung, dari desa Batetangnga menjadi desa Kanang. permohonan ini diajukan oleh salah satu tokoh yang di percayah, dan dituakan dalam masyarakat desa Batetangnga (identitas dirahasiakan) dengan alasan “kurang popularnya nama Batetangnga ketimbang Kanang sehingga sebaiknya dirubah saja” kata beliau.

Jikalau masyarakat Batetangnga pada akhirnya bersepakat untuk merubah identitas nama kampung, dari desa Batetangnga menjadi desa Kanang, mungkin baiknya terlebih dahulu memahami, apa sih arti dari kata Batetangnga dan apa pula arti dari kata Kanang itu. Sehingga dengan mengegahui dan memahami arti dari nama desa, kiranya mereka tidak menghapus satu sejarah yang mungkin sangat berharga, hanya karena alasan kurang popular Batetangnga.

Pengetahuan tentang sejarah desa Batetangnga dan Kanang, selayaknya memang diketahui bagi masyarakat Batetangnga karena itu lah identitas kampung mereka. Namun, yang menjadi kendala adalah kurangnya referensi dan tulisan tentang desa Batatangnga maupun Kanang itu sendiri. Adapun tulisan yang ada, kebayakan tulisan orang yang berasal dari luar desa Batetangnga yang kepalitannya sangat diragukan. Sehingga keinginan untuk mengetahui sejarah desa Batetangnga dan Kanang sulit untuk diwujudkan.

Berangkat dari konsep ini, maka sebenarnya perampungan data sejarah desa Batetangnga seharusnya sudah selesai dan bisa dinikmati masyarakat umum hari ini. Mungkin karena kurangnya minat dan kemampuan menulis yang sangat minim, sehingga penyelelesaian penulisan sejarah tidak pernah terselesaikan. Atau kah mungkin juga karena alasan lain yang lebih berpengaruh dan membuat minat penulis tidak bisa ditumbuhkan.

Munculnya tiap-tiap kubuh yang saling bertentangan, dari sejarawan satu dengan sejarawan lainnya, atau adanya ancaman-ancaman intimidasi yang bersifat serius yang akan mengancam hidup matinya sang penulis. Akibatnya daerah-daerah lain melihat adanya puluang untuk menuliskan sejarah desa Batetangnga berdasarkan kepentingan sepihak mereka.

Akhirnya dengan tulisan ini, sekiranya minat akan sejarah desa Batetangnga akan tertumbuhkan kembali, guna membuka tabir sejarah yang kini telah tertutup. Sehingga dengan minat tersebut, pengetahuan akan desa Batetangnga dan Kanang kita dapat nikmati hari ini. Dan berharap dapat memilih apa yang seharusnya kita putuskan, apakah harus tetap desa Batetangnga atau desa Kanang, dan siap untuk menerima resiko bersama yang timbul kedepannya.

Penulis: Aminuddin, S.H (Mahasiswa Pascasarjana UIN Alauddin Mks)