Beranda Up Date News Kepala Dinas Kesehatan Polman: Fogging Kurang Efektif Mengatasi DBD

Kepala Dinas Kesehatan Polman: Fogging Kurang Efektif Mengatasi DBD

108
Foto Kepala Dinas Kesehatan Polewali Mandar.
Foto Kepala Dinas Kesehatan Polewali Mandar. Sumber Foto www.mediaekspres.com. Jepretan Masdar.

PaTTaE.com | Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Polewali Mandar menganggap, Fogging tidak efektif memutus mata rantai penyebaran penyakit demam Berdarah Dangue (DBD) di wilayah Batetangnga.

“… Fogging tidak efektif karena hanya membunuh Nyamuk dewasa, jentik tidak ikut mati, dan juga tidak ramah lingkungan kerena mengakibatkan polusi udara”. Selain itu,“Tidak efisien karena mengeluarkan ongkos banyak, dan harus mempertimbangkan faktor resistensi Nyamuk”. Ungkap Suaib Nawawi, Kadinkes Polewali Mandar.

Baca juga: Antisipasi Penyakit DBD, Warga Batetangnga Lakukan Fogging

Hal ini dikemukakan saat kontributor pattae.com mewawancarai Kepala Dinas Kesehatan di salah satu rumah milik warga desa Batetangnga bersamaan dengan pelaksanaan fogging di Desa tersebut.

Menurutnya, Fogging bukan hal penting dilakukan tuk memberantas penyebaran Nyamuk Aedes Aegypti. Prinsip utama yang seharusnya dilakukan masyarakat menurut Kadinkes adalah, melakukan penataan lingkungan dan kesadaran masyarakat untuk berperilaku bersih dan sehat.

Fogging lanjut kadinkes, bertjuan hanya memutus mata rantai menularan (DBD) yang bersifat sementara. Hal ini disebabkan karena hanya membunuh Nyamuk dewasa, jentik tidak ikut musnah dengan dilakukannya fogging.

”kalau mengandalkan fogging, itu tidak bisa, tidak menjamin DBD tidak tertular lagi.Hal ini disebabkan karena jentik nyamuk 4 sampai 6 hari kembali menjadi nyamuk dewasa. Karena disini sudah ada penderita, jika pendirita digigit nyamuk dan perpindah menggigit yang lain jadi kembali lagi”. Tegasnya

Pada kesempatannya, ia juga mengungkap bahwa daerah Batetangnga termasuk langganan tersebarnya penyakit demam berdarah. Pelaksanaan fogging diketahui sudah dua kali dilakukan di Desa Batetangnga guna meminimalisir penyebaran DBD.

“Batetangnga ini kan boleh dikata salah satu daerah kumuh, hal ini dilihat dari banyaknya barang-barang bekas tempat tergenang air, yang menjadi wadah berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti”. Ungkapnya

Beberapa daerah yang teridentifikasi langganan penyebaran DBD adalah Manding, Pekkabata (Pasar Sentral Polewali), Wonomulyo, Tinambung, Kelurahan Darma, dan Campalagiang. (TaTo)*

Proses Fogging dilakukan di Desa Batetangnga di pantau langsung Kepala Dinas Kesehatan Polewali Mandar
Foto proses Fogging mengantisipasi penyebaran penyakit DBD di Desa Batetangnga di pantau langsung Kepala Dinas Kesehatan Polewali Mandar Senin 3/12/2018. Gambar by Jhon