Beranda Kepemudaan Latihan Dasar Kepemimpinan Karang Taruna Lembah Hijau

Latihan Dasar Kepemimpinan Karang Taruna Lembah Hijau

192
BAGEI TOLAEN !
Pemerintah Desa Pappandangan memberikan sambutan pada Pembukaan Kegiatan LDK yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Lembah Hijau

Lantang melantun Ayat Suci Al-Qur’an dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya secara berurutan mengawali pembukaan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Karang Taruna Lembah Hijau Desa Pappandangan Kecamatan Anreapi Polewali Mandar. Hal ini merupakan proses kaderisasi terhadap pemuda guna membentuk Generasi Cerdas dan Berakhlak untuk membangun Desa Pappandangan. Kegiatan serupa sebelumnya pernah dilaksananakan di desa ini pada tahun 2013 silam.

Kegiatan Pembukaan ini dihadiri oleh Pemerintah Desa, Ketua BPD, kepala-kepala dusun dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya serta unsur akademisi dari Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR).  Memanfaatkan aula kantor desa, keseluruhan kegiatan ini direncanakan berlangsung selama 4 hari yakni 05 s/d 08 Juli 2017. Adapun biaya pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dana yang bersumber dari Pemerintah Desa.

Peserta Kegiatan LDK berjumlah sekitar 60 orang yang merupakan pemuda-pemudi desa Pappandangan dari setiap dusun yang ada.

“Tidak hanya sebagai media silaturahmi tapi kegiatan ini juga menjadi sarana belajar bagi pemuda, karena memuat beberapa materi yang penting bagi pemuda seperti materi keagamaan, materi tentang dampak narkoba yang merupakan musuh remaja, dan yang tak kalah penting materi tentang sejarah Pappandangan” demikian disampaikan Ketua Karang Taruna Lembah Hijau pada sambutannya. Ia juga menekankan agar para peserta dapat mengikuti setiap proses kegiatan dengan serius

Secara resmi kegiatan LDK ini dibuka oleh H. MAKMUR, S.Sos selaku perwakilan Pemerintah Desa Pappandangan. Melalui sambutannya beliau menyampaikan terima kasih atas kepedulian pengurus karang taruna berkat partisipasinya dalam menangani pembinaan pemuda di Pappandangan. Harapannya kegiatan-kegiatan kepemudaan seperti ini direncanakan sejak dini agar dapat diakomodir dalam penyusunan APBDes. Selain itu beliau juga menginginkan agar pemuda dapat menjadi pelopor pembangunan. Pembangunan yang dimaksud tidak hanya pembangunan fisik tapi juga pembangunan mental terutama dalam menangkal peredaran miras dan narkoba.

“Miras di desa kita ini mulai dikenal sejak ada yang namanya perantauan” sentil beliau menyikapi persoalan miras. Beliau menggambarkan kondisi itu dengan filosofi Lalat dan Lebah. Dalam bahasa Pattae filosofi tersebut dikenal dengan istilah lao lali dan lao wani.

Lebih lanjut beliau menyampaikan tawaran dari UNSULBAR terkait pemasaran madu lokal, dimana dimungkinkan adanya pembinaan bagi kelompok-kelompok perempuan tentang bagaimana mengemas madu lokal tersebut.

Pada kesempatan ini juga beliau mengingatkan pentingnya nasionalisme. “Lagu Kebangsaan seharusnya dibawakan dengan sikap sempurna” tegasnya

Terakhir beliau juga menghimbau khusus bagi remaja putri agar tidak beraktifitas diluar rumah hingga larut malam.

Peserta LDK Desa Pappandangan dalam sesi do’a pada Acara Pembukaan Kegiatan

Acara pembukaan ditutup dengan Do’a yang dipimpin oleh salah satu perangkat keagamaan Desa Pappandangan.