Beranda Kegiatan Sosial Masayarakat Pattae Sulawesi Tenggara Gelar Tradisi Tolak Bala

Masayarakat Pattae Sulawesi Tenggara Gelar Tradisi Tolak Bala

64
BAGEI TOLAEN !
Tradisi Tolak Bala di lakukan Masyarakat Pattae yang ada di Sulawesi Tenggara, Kabupaten Bombana, Kecamatan Poleang Timur. Desa Biru Kamis 20/7/2017 (Foto: Hasbullah)

PATTAE.com | Masyarakat Pattae yang ada di Sulawesi Tenggara hari ini melakukan acara tolak bala. Acara tersebut dilakukan di lokasi penggilingan gabah yang berada di pertangahan sawah milik warga Desa Biru Kecamatan Poleang Timur Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara Kamis, 20 Juli 2017.

Masyarakat yang berprofesi petani, tentu menginginkan hasil panen nantinya melimpah sesuai harapan namun, akan ada saja penghambat untuk menghasilkan hasil pertanian tersebut seperti serangan hama, tidak berjalannya irigasi, bencana alam dan lain sebagainya.

Akan tetapi beberapa dari tantangan itu terkadang dirasakan diluar kemampuan manusia untuk mengatasinya. Olehnya itu bersandar pada Sang Maha Kuasa adalah salah satu upaya yang sering dilakukan oleh manusia. Salah satunya melakukan ritual Tolak Bala.

Tolak bala merupakan tradisi yang sering dilakukan oleh masyarakat Pattae yang ada di Sulawesi Utara, khususnya di Kabupaten Bombana, Poleang Timur, Desa Biru. tradisi tersebut selalu diperingati setiap musin tanam padi dilakukan dengan melakukan ritual zikir di area pesawahan.

Kegiatan tolak bala yang sudah menjadi rutinitas masyarakat Pattae ini bertujuan untuk memohon kepada Sang Maha Kuasa agar selama bertani masyarakat dihindarkan dari bala atau bencana dan serta serangan hama yang mungkin saja mengganggu tanaman.

Seusia pantauan kontributor pattae.com tradisi yang dilaksanakan di area persawahan tepatnya di halaman penggilingan gabah milik warga ini melibatkan sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemerintah desa setempat pada Kamis Malam (20/7).

Ritual ini berlangsung selama tiga minggu berturut-turut, yaitu setiap malam Jumat. Pada prosesnya peserta secara bersama-sama bertasbih hingga 100 kali, lalu mebaca shalawat yang juga 100 kali kemudian membaca Surah Yasiin. Setelah pemcaan shalawat, surah yasin, Selanjutnya Warga melakukan Do’a lalu istirahat.

Turut berpartisipasi pada ritual tolak bala ini, dalam pantauan kontributor pattae.com terlihat ibu-ibu menyiapkan penganan dan minuman hangat untuk di santap bersama-sama setelah proses ritual tolak bala selasai dilakukan. (kontributor/Hasbullah)**