Beranda Up Date News Mencegah DBD, Sejumlah Warga Desa Batetangnga Lakukan Gotong Royong Pra Fogging

Mencegah DBD, Sejumlah Warga Desa Batetangnga Lakukan Gotong Royong Pra Fogging

79
Gotong royong pra Fogging
Terlihat sejumlah Warga Desa Batetangnga lakukan Gotong royong pra Fogging. Photo: Jhon

PaTTaE.com | Sejumlah warga dan Pemerintah Desa Batetangnga melakukan gotong royong Pra Fogging dalam rangka pencegahan wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dilaksanakan pada pagi tadi Kamis, 29 November 2018.

Seperti diketahui, dalam beberapa hari yang lalu telah terdapat beberapa korban dan 1 orang meninggal dunia. Hal ini membuat masyarakat Desa Batetangnga resah dan melakukan Gotong-royong pra fogging.

Gotong royong ini dihadiri sejumlah pihak seperti Pemerintah, PKM Binuang, Polsek Binuang, BABINSA, Pemuda Batetangnga. Kegiatan Gotong royong pra fogging tersebut dipusatkan di jalan Mangondang bagian selatan, tepatnya dipintu gerbang Masuk Desa Batetangnga.

Menurut warga, kegiatan gotong royong tersebut dilakukan sebelum kegiatan penyemprotan atau Fogging yang akan dilaksanakan Dinas Kesehatan.

“Kegiatan gotong royong Pra fogging ini dilaksanakan karena pihak Dinas Kesehatan tidak akan melakukan Fogging di Desa Batetangnga kalau, masyarakat belum membersihkan pekarangan rumah yang dianggap penyebab timbulnya penyakit”. ungkap Nurhidaya dari PKM Binuang disela-sela Membersihkan Lingkungan warga.

Dalam kesempatan tersebut, warga yang hadir terlihat membersihkan saluran air yang dianggap sebagai sarang berkembang biaknya jentik nyamuk. salah satu yang menjadi perhatian adalah saluran air yang buntu, menimbun kolam yang tidak terpakai, dan membersihkan lingkungan disekitarnya.

Gotong royong pra Fogging di Desa Batetangnga
Sejumlah Warga melakukan Gotong royong pra Fogging untuk menghindari berkembang biaknya nyamuk demam berdarah Kamis 29/11/2018. Photo Jhon

“Meskipun masyarakat yang datang pada hari ini masih terbilang kurang. tapi, kita berharap agar masyarakat punya kesadaran sendiri untuk menjaga kebersihan rumah masing-masing”. tutur Juliani, selaku Tokoh pemerhati Anak dan perempuan.

Lanjut Tokoh Pemerhati Anak dan Perempuan ini mengatakan, sebagian warga belum mengetahui wadah penyebab lahirnya sarang jentik nyamuk. Seperti tempat air minum ternak, kulit coklat yang bertumpuk dipekarangan rumah, pot atau wadah bunga, saluran air yang tidak lancar/ bersih”.

Dengan mewabahnya DBD, Pemerintah meminta kepada Warga agar bergegas melakukan 4 M yaitu menguras, menimbun, menutup dan membakar. Terutama kolam-kolam penampungan air besar yang tidak tertutup menjadi perhatian seirus. (Fikri)*