Beranda Seni & Kerajinan Mengunjungi Sang Pandai Besi, Usaha Pembuatan Parang di Dusun Lumalan

Mengunjungi Sang Pandai Besi, Usaha Pembuatan Parang di Dusun Lumalan

208
BAGEI TOLAEN !
Gambar, Sukri, sedang melakukan tempaan besi untuk membentuk sautu parang di bengkel pandai besinya, Dusun Lumalan, Desa batetatangnga (Foto TaTo) 2017

PATTAE.com | Lumalan- Berkunjung ke Bengkel Sukri, sang pandai yang bertempat tinggal di Dusun Lumalan, Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Polman, berprofesi sebagai pandai besi, Ia biasanya membuatkan parang bagi para pelanggan yang memesan untuk dibuatkan Jum’at (26/05/2017).

Sesampai dibengkelnya, terlihat Ia sedang melakukan penempaan besi untuk dijadikan parang nantinya, sesuai dengan keinginan sang pemesan. Panjang parang yang sedang di Tempanya memiliki ukuran 60 cm.

Dibengkelnya terlihat juga beberapa peralatan penunjang dalam pembuatan parang seperti tang panjang sebagai penjepit besi kala di tempa, arang sebagai bahan pembakaran, palu ukuran sedang sampai ukuran besar sebagai alat tempaan, serta gurinda, dan paralatan lainnya.

Di ruang bengkelnya terdapat tiga tempat dalam proses pembuatan parang, seperti tempat besi di tempa, yang juga terbuat dari besi, tempat besi di panaskan, serta tempat air berbentuk kolam mandi tapi kecil, berfungsi sebagai pendingin tang penjepit dikala terlalu panas.

Menurut pengakuannya, Ia bisa membuat 7 parang dalam 1 hari, dan jika dibantu rekannya, Ia bisa membuat sampai 10 parang dalam sehari.

“sejak kecil saya sudah sering membuat parang, jadi saya sudah biasa. Kalau saya sendiri saya hanya mampu membuat 7 parang, tapi kalo dua orang, bisa 10 parang sehari” pungkasnya.

Sempat terhenti membuat parang, baru pada tahun 2016, ia kembali membuka usahanya. Lokasi bengkel tempat Sukri(28) Menempa besi, terletak pas di depan rumahnya, di Dusun Lumalan, Desa Batetangnga, Binuang.

“kalo membuat parang itu sebenarnya sudah lama, tapi baru lebaran haji kemarin (2016) saya buka lagi di sini (di rumahnya di dusun Lumalan)” tuturnya

Selama Ia membuka kembali usahanya membuat parang, mengaku sudah memiliki pelanggan dari daerah polewali, bahkan ada juga di wilayah kendari (Sulawesi Tenggara)

Bentuk dari hasil dari tempaan besi yang telah di rapikan dengan mesin gurinda. Foto TaTo 2017

Mengenai standar harga, Sukri, memberikan harga bagi pelanggan yang ingin dibuatkan parang, sesuai dengan ukuran parang, jika ukuran panjangnya 60 cm, dan memiliki ketebalan besi 4 mm, Harga pembuatannya sebesar Rp 70.000 rupiah.

Untuk ukuran panjang parang 30 cm, diberi harga Rp 50.000, hal ini juga diliat dari ketebalan besinya, jika semakin tebal dan luas ukuran besi yang akan di tempa, semakin mahal pula harganya.

“yang ini saya kasi harga 70 ribu (ukuran 60 cm), kalau itu, (menunjuk ukuran parang 30-40 cm), saya kasi harga 50 ribu. itu pun harus diliat dari tebal-tipisnya besi, kalo tebal pasti beda lagi” Tuturnya

Dalam produksi parang ini, tidak dilakukan setiap hari, hanya jika ada pemesanan, baru dilakukan proses pembuatan parang. jika berminat membuat parang tuk keperluan bertani, silahkan pesan sesuai keinginanya.(/*)