Beranda Budaya Pattae Pagelaran Seni dan Budaya Lokal Polewali Mandar, Berlangsung Meriah

Pagelaran Seni dan Budaya Lokal Polewali Mandar, Berlangsung Meriah

215
BAGEI TOLAEN !
Pagelaran Seni dan Budaya Lokal
Seni budaya Pattae' Rebana tradisional dari dusun Passembarang. Sabtu, 22/04/2017 (Photographer : Armyn Ziregar)

Pagelaran Seni dan Budaya Lokal | PATTAE.com | Batetangga- MPR RI bekerja sama dengan Pemuda Karang Taruna Desa Batetangnga mengadakan Pagelaran Seni dan Budaya Lokal di Desa Batetangnga, Kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada malam hari, Sabtu, (22/04/17), bertempat di Lapangan Sepakbola, Desa Batetangnga.

Kegiatan Pagelaran Seni dan Budaya Lokal tersebut merupakan bagian dari Pelaksanaan Program Nasional kegiatan 4 pilar tentang bagaimana budaya lokal diangkat menjadi budaya nasional. Sejalan dengan itu, maka tema yang diangkat dalam Pagelaran Seni dan Budaya Provinsi Sulawesi Barat tersebut, adalah “Sosialisasi Seni Budaya dalam rangka Meningkatkan Daya Saing Bangsa“.

Pagelaran Seni dan Budaya Lokal Berlangsung Meriah

Kegiatan tersebut berlangsung dengan meriah, meskipun Pagelaran Seni dan Budaya Lokal tersebut dilaksanakan hanya semalam. Penonton dan masayrakat sekitar tampak sangat antusias mengikuti acara tersebut hingga akhir. Ibu-Ibu Dasawisma Desa Batetangnga dan mahasiswa peserta KKN-PPL UNM Makassar yang ditempatkan di Kec. Binuang, juga ikut berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan Pagelaran Seni dan Budaya Lokal tersebut.

Menurut Musawwir, “Kegiatan Pagelaran Seni dan Budaya Lokal tersebut, merupakan kegiatan tahunan, yang sudah diselenggarakan secara berturut-turut dalam 4 tahun terakhir ini. Hanya saja,  yang membedakan kegiatan tahun ini dengan kegiatan tahun-tahun sebelumnya karena dalam kegiatan tahun ini Pemuda di Desa Batetangnga bekerja sama dengan MPR RI. Selain itu, kegiatan Pagelaran Seni dan Budaya Lokal kali ini, tidak hanya menampilkan seni dan budaya dari wilayah desa Batetangnga. Skalanya provinsi, sehingga Pagelaran Seni dan Budaya Lokal kali ini juga menampilkan seni dan budaya yang ada di Provinsi Sulawesi Barat secara umum”. Demikian tutur Musawwir  salah satu anggota Tim Kerja pelaksana kegiatan yang sempat diwawancarai oleh media Pattae.com.

Pagelaran Makanan Khas

Selain menampilkan pagelaran seni dan budaya diatas pentas, panitia kegiatan juga menyediakan stand-stand khusus. Stand khusus ini, menyajikan makanan-makanan khas, seperti nasu kadundung, lebu-lebu, dan sara’ba.

“Kegiatan pentas seni ini sangat meriah karena nampak para ibu-ibu Dasawisma menghidangkan makanan khas tradisional mereka.  Para ibu tersebut, menyajikan makanan khas mereka di stand masing-masing yang sudah disiapkan oleh penyelenggara. Menariknya, karena makanan khas yang ditampilkan tersebut, juga diperlombakan. Makanan khas yang disajikan, antara lain: nasu kadundung, lebu-lebu, sara’ba dan lain-lain”. Lanjut Musawwir dalam wawancaranya kepada media Pattae.com

Kegiatan pagelaran seni dan budaya lokal Provinsi Sulawesi Barat tersebut, juga dihadiri oleh Asri Anas selaku Wakil Ketua Pimpinan Badan Anggaran MPR-RI. Dalam acara tersebut, beliau juga diberikan kesempatan untuk memberikan sepatah kata atau sambutan dalam pembukaan pagelaran seni dan budaya lokal Provinsi Sulawesi Barat tersebut. Selain itu, turut hadir pula dalam acara ini unsur-unsur Pemerintah Daerah Prov. Sulawesi Barat dan Kab. Polewali Mandar, akademisi, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya yang ada di Prov. Sulawesi Barat.

Pagelaran Seni dan Budaya Lokal dimeriahkan 7 Sanggar Seni

Kegiatan pagelaran seni dan budaya Provinsi Sulawesi Barat tersebut, dimeriahkan oleh  7 sanggar seni. Sanggar seni yang tampil, antara lain: Sanggar Seni To Mippayyung. Sanggar Seni Bura Lembong, Sanggar Seni Labada dari Wonomulyo, Sanggar Seni Seruling Bambu dari Desa Kaleok. Kelompok Seni Rebana Baruga dari Dusun Passembarang mewakili Desa Batetangnga. Sanggar Seni Mappadendang dari Eran Baru, dan Kelompok Seni Marawis dari DDI Kanang.

Kegiatan pagelaran seni dan budaya lokal Provinsi Sulawesi Barat tersebut, rencananya akan terus diselenggarakan secara rutin. Hal ini dilakukan untuk mengkampanyekan budaya lokal sampai pada tingkat nasional maupun internasional. kegiatan tersebut rencananya akan diselenggarakan lagi pada bulan September tahun ini. Namun direncanakan dalam kemasan yang lebih baik dan lebih besar lagi. Demikian, ujar Sawir menutup penjelasannya kepada Tim Media Pattae.com.