Beranda Hukum dan Politik Panitia Pemilihan Kecamatan Binuang Gelar Seminar dan Dialog Pilkada

Panitia Pemilihan Kecamatan Binuang Gelar Seminar dan Dialog Pilkada

46
dari kiri ke kanan Rahmat Ketua Panitia Seminar dan Dialog Pilkada, Ketua PPK Kec. Binuang, Ketua KPU Kab. Polewali Mandar, Ketua Panwaslu Kab. Polewali Mandar

Tahapan Pilkada serentak pada beberapa Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia sedang bergulir. Hari pemungutan suara yang lazim dianggap sebagai puncak kontes ini tinggal beberapa hari lagi. Para pelaku yang terlibat didalamnya mulai dari penyelenggara hingga kontestan beserta timnya kian disibukkan dengan kepentingan masing-masing. Di sudut-sudut gang dan di dinding-dinding media sosial marak kita jumpai masyarakat mengulas persoalan Pilkada, bahkan oleh mereka yang awam sekalipun.

Sebagai upaya membendung kesimpangsiuran informasi terkait kepemiluan, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Binuang Kabupaten Polewali Mandar selaku penyelenggara teknis pemilu melaksanakan Seminar dan Dialog Pilkada. Kegiatan ini dilaksanakan Sabtu, 21 April 2018 bertempat di Aula Kantor Kecamatan Binuang.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 8 Tahun 2017 Tentang Sosialisasi.

“Ini kegiatan dialog dan seminar bagian daripada rancangan kerja atau program kerja yang ada di tingkat PPK Kecamatan Binuang bersama dengan PPS se-Kecamatan Binuang. kita laksanakan ini mengacu kepada peraturan KPU nomor 8 tahun 2017 tentang Sosialisasi, dimana dalam peraturan tersebut dikenal metode komunikasi tatap muka”. Tutur Rahmat selaku Ketua Panitia saat ditemui tim pattae.com

Lagu Indonesia Raya menggema penuh semangat pertanda kegiatan sudah dimulai. usai lagu kebangsaan kegiatan dilanjutkan dengan laporan ketua panitia.

Mengusung tema “Pemilih Cerdas Pilkada Berkualitas”, seminar ini menghadirkan ketua KPU Polewali Mandar M. Danial dan Ketua Panwaslu Kabupaten Polewali Mandar Suaib Alimuddin sebagai pemateri.

Mengawali materinya dalam kegiatan ini M. Danial menyapa kaum perempuan dengan ucapan selamat hari Kartini. Selanjutnya beliau menyampaikan harapan agar dengan kegiatan ini masyarakat akan tumbuh kesadaran dan terbangun semangat untuk mensukseskan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Polewali Mandar.

“Secara jumlah kecamatan Binuang berada pada urutan ke 4 terbanyak DPT-nya. sekitar 24.700 wajib pilih. Kecamatan Binuang ini juga termasuk yang perlu digenjot partisipasi pemilihnya. Harapan kami dari dialog ini masyarakat akan tumbuh kesadaran dan terbangun semangat untuk mensukseskan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Polewali Mandar tahun 2018, sebab kami tidak bisa berbuat banyak tanpa dukungan masyarakat” ungkap Ketua KPU Polewali Mandar ini.

Dalam paparannya beliau juga menjelaskan tahapan-tahapan Pilkada, syarat-syarat mejadi penyelenggara, penetapan DPT dan keharusan menunjukkan KTP-el oleh pengguna hak pilih saat akan menggunakan hak pilihnya di TPS pada hari pemungutan suara.

Materi berikutnya disampaikan oleh Suaib Alimuddin. Diawal paparannya ketua Panwaslu Kabupaten Polewali Mandar ini mengapresiasi pihak KPU dimana disetiap kegiatannya selalu melibatkan Panwaslu. Pokok materi yang disampaikan adalah strategi dan fokus pengawasan, yang meliputi pengawasan terhadap penyelenggara, Peserta (Pasangan Calon), ASN, Pemilih, serta TNI/Polri.

Pada sesi dialog tingkat partisipasi pemilih menjadi isu yang paling dominan. Salah satu tim paslon menghawatirkan keharusan menunjukkan KTP-el akan menyebabkan rendahnya angka partisipasi pemilih, senada dengan hal tersebut, tim paslon lain juga melihat bahwa keberadaan DPT sebagai hasil kerja para penyelenggara terutama PPDP menjadi terabaikan dengan persyaratan KTP-el ini.

Terkait isu tersebut M. Danial menyampaikan bahwa hal itu juga merupakan kekhawatiran beliau secara pribadi. Akan tetapi peraturan perundang-undangan yang berlaku tetap harus ditegakkan. Pada kesempatan itu beliau mengajak agar pihak-pihak yang berkepentingan untuk segera mendorong agar tingkat kepemilikan KTP-el lebih maksimal.

“Persoalan KTP-el ini bukan hanya kaitannya dengan pemilihan, akan tetapi kaitannya dengan urusan-urusan lainnya, seperti pengurusan BPJS, Pengurusan PKH, urusan rekening (perbankan : red) juga pengurusan nikah. Mudah-mudahan disini tidak ada ade-ade yang mau menikah tapi belum punya KTP-el”. Canda beliau menaggapi isu persyaratan KTP-el

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada Peserta.