Beranda Budaya Pattae Ritual Mimala’ Etnis Pattae di Cendana Desa Kaleok

Ritual Mimala’ Etnis Pattae di Cendana Desa Kaleok

136
Proses pelaksanaan Ritual Mimala Mattamba Bulung oleh masyarakat Etnis Pattae' di Dusun Cendana Desa Kaleok, Kec. Binuang, Polewali Mandar. Minggu 18/2/2018. Photografer : Amri

PATTAE.com | Masyarakat etnis Pattae dusun Cendana, menjalankan ritual yang disebut Ma’Mimala, Matamba Bulung. Yaitu sebuah tradisi meminta kepada sang Alam agar para petani ditambahkan rezeki panen yang melimpah.

Ritual ini dilakukan di area yang luas dengan menyuguhkan beberapa sesajen sebagai bentuk persembahan agar tanaman dan seluruh yang tumbuh di area kebun warga nantinya melimpah.

kegiatan ini dilakukan untuk menaikkan (menambah) tanaman dan menaikkan isi sungai, untuk digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari” tutur Larian (tokoh adat Pattae di desa kaleok) Minggu 18/2/2018.

Kegiatan tersebut Sudah menjadi tradisi turun-temurun, dan sampai sekarang ini masih dipercaya sebagian Masyarakat etnis Pattae yang ada di desa Kaleok Kecamatan Binuang Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

(Baca juga ini : Tradisi Mimala Matambu Bulung Etnis Pattae yang Masih Terjaga Hingga Kini)

Ketika para petani mendapat cobaan, atau hasil panen tidak memuaskan. Masyarakat pun mempercayai, hal itu disebabkan karena masyarakat belum melaksanakan ritual Ma’mimala Matamba Bulung. Ritual ini, dilaksanakan sekali setahun, dalam kurun waktu tiga tahun berturut-turut.

Bahan-bahan yang disediakan dalam ritual tersebut berupa hewan seperti Ayam, dan beberapa bentuk makanan yang masyarakat Pattae sebut sebagai Bombong (suatu tempat yang terbuat dari daun pohon aren) sebanyak 1000 bungkus, Kalele (yaitu sejenis nama makanan dari bahan beras ketan yang di buat menyerupai ketupat kemudian direbus) dan Nande (Nasi).

Setelah ritual Mimala Matamba Bulung dilakukan, masing-masing warga membawa sesajen tersebut ke tiap kebun miliknya, sebagian juga di bawah ke rumah masing-masing untuk digantung tepat diatas pintu. Hal ini dipercaya dapat mendatangkan rezeki dan keamanan.

Bombong yang akan dibawah pulang nantinya, berdasarkan berapa banyak kebun dan rumah yang dimiliki warga. warga yang ikut ritual tersebut memiliki kebun 5 dan 1 rumah, maka warga tersebut harus membawa bombong sebanyak 6 bungkus.

Selain ritual Mimala Matamba Bulung, ada juga disebut Mimala jenis Marandan Uma. Tidak beda jauh dengan Mimala jenis Matamba Bulung. Marandan Uma juga merupakan ritual/tradisi yang di lakukan untuk meminta keselamatan, rezeki melimpah, tanaman subur. Hanya saja, Marandan Uma dilakukan pada saat mulai bercocok tanam.(*/)

Kontributor : Amri