Beranda Sejarah & Budaya Terdapat 3 Makam To Salama di Tanah Pattae

Terdapat 3 Makam To Salama di Tanah Pattae

494
BAGEI TOLAEN !
Tiga Makam Penyebar Agama Islam Pertama di Tanah Pattae' (To Salama)

PATTAE.COM | Sejarah- Penelusuran yang di lakukan oleh pemerhati sejarah masuknya islam di tanah Pattae, di temukan ada tiga makam walli yang dikenal dengan To Salama sebagai penyebar agama islam pertama di wilayah Pattae’ yang terdiri dari 2 makam terletak di daerah Kecamatan Binuang, dan 1 terletak di Kecamatan Tapango.

To Salama merupakan nama yang dikenal sebagai penyebar agama Islam pertama di tanah pattae’. sesuai penelusurannya, di temukan terdapat tiga makam To Salama di beberapa tempat yang berbeda

Tiga Makam tersebut terletak di pulau salama, Kelurahan Amassangan, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), dan makam kedua terletak di Dusun Penanian Baru, Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Polman, sedangkan letak makam ketiga terdapat di jalan Tosalama Kecamatan Tapango, Kabupaten Polman. berikut penjelasan dari 3 makam Tosalama yang memiliki nama yang berbeda

Makam To Salama “Abdul Rahim Kamaluddin”

Makam To Salama Waliullah Syech Bil Maruf, atau Abdul Rahim Kamaluddin di Pulau Tangnga Kelurahan Amassangan Foto Achi diambil Tahun 2017

Makam Syeh Abdul Rahim Kamaluddin atau Syeh Bil Ma’ruf, merupakan orang pertama yang menyebarkan agama islam di daerah Binuang. To Salama Binuang ini di makamkan di sebuah pulau yaitu Pulau Tangga, Kelurahan Amassangan, Kecamatan Binuang, Kab. Polman

Makam “To Salama” terletak diatas puncak bukit dengan ketinggian kurang lebih 45 meter dari permukaan laut. luas area makam 10 X 25 Meter Persegi dan bangunan situsnya seluas 5 Meter persegi. di area makam To Salama terdapat juga makam lainnya yang di percaya sebagai makam para pengikut setia Syeh Abdul Rahim Kamaluddin. (Baca: Bukan Hanya Tempat Berziarah, Makam To Salama’ Juga Menjadi Obyek Wisata Religi)

Makam To Salama ini selalu ramai dikunjungi, baik masyarakat setempat, maupun masyarakat di luar dari kecamatan binuang, bahkan orang luar negeri seperti malaysia, dan beberapa turis manca negara pernah berkunjung ke makam tersebut.

Pengunjung yang datang biasanya membawa berupa Sesajen seperti Sokko, Telur, Pisang, dan lainnya. bukan hanya itu, pengunjung juga biasanya membawa se ekor Kambing, Sapi dan Kerbau untuk disembeli di area Makam, dan dimasak, kemudian mengadakan ritual “Ma’ baca-baca” (do’a bersama) di area makam To Salama’ dan terahkir berziarah dengan menyiram air bersih ke batu nisan makam To Salama.

Untuk berkunjung kearea makam tersebut, memiliki jalur yang berbeda, biasanya, jalur yang bisa dilaui yaitu dalur buttu Te’neng, Tonyaman, Bajoe, Silopo, dengan menyewa perahu tradisional milik warga setempat dengan waktu tempu sekitar 10 menit.

Makam To Salama Penanian “Syeh Kamaluddin” (Haji Sande)

Makam To Salama Penanian bernama Syeh Kamaluddin Foto: Achi 2017

Makam To Salama yang diketahui memiliki nama asli Syeh Kamaluddin atau biasa di panggil Haji Sande tersebut, di makamkan di area pegunungan Dusun Penanian, Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Polman. Sesuai data yang diambil dari buku yang berjudul “Profil Budaya Masyarakat Pattae” diterbitkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Barat pada tahun 2015.

Menurut data tersebut, letak makam To Salama ini, secara astronomis terletak pada 030 2500.0 LS dan 1190 24 46,9 BT. Memiliki panjang 232 cm, dan lebarnya 200 cm, dan ukuran nisannya memiliki tinggi 59 cm, dan lebar 21 cm serta ketebalan 3 cm. Disamping makam tosalama, terdapat juga makam lainnya yang dipercaya merupakan makam pendamping To Salama Selama melakukan penyebaran agama Islam di Tanah Pattae semasa hidupnya

Di percaya sebagai pembawa keselamatan, seperti halnya makam To Salama di Pulau Tangnga, Binuang, juga banyak dari masyarakat Pattae’ melakukan ritual (Syukuran) di area makam To Salama dengan menyembeli seekor kambing, ayam, dan rupa-rupa makanan lainnya. Setelah itu, di santap bersama-sama oleh para pengunjung makam tersebut. ritual ini hanya sebagai rasa syukur, dan melepas Nazar.

Selain tempat melakukan ritual syukuran, makam Syeh Kamaluddin ini juga di jadikan sebagai cagar budaya bagi para pengunjung yang ingin berwisata, menelusuri situs-situs bersejarah di tanah pattae’, dan situs tersebut telah di akui oleh pemerintah Sulawesi Barat, akan tetapi, makam tersebut kurang perhatian.

Makam To Salama “Tapango”

Makam To Salama yang ada di daerah Desa Riso Kecamatan Tapango. Foto diambil dari Buku “Profil Budaya Pattae” Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Barat 2014

Letak makam to Salama ini terlatak di area perkebunan warga, desa riso, kecamatan tapango, kecamatan Polman. Sesuai dengan data dari Dinas Pendidikan dan Budaya Sulawesi Barat (Sul-Bar) secara astronomis Makam Tosalama berada pada titik koordinat 030 1827,4 LS dan 1190 16 11,4 BT dengan ukuran makam memiliki panjang 122 cm dan lebar 78 cm.

Seperti To Salama yang ada di Pulau Tosalama (Pulau Tangnga) dan To Salama di Daerah Pegunungan Penanian, To Salama yang ada di Desa Riso juga merupakan salah satu ulama yang tugasnya menyebar ajaran Islam di daerah Tapango.