Beranda Budaya Pattae Tradisi Masyarakat Pattae Setiap Malam ke 10 Puasa Ramadhan

Tradisi Masyarakat Pattae Setiap Malam ke 10 Puasa Ramadhan

170
BAGEI TOLAEN !
Malam ini, sudah berjalan 10 puasa. terlihat masyarakat pattae yg ada di Kanang Bendungan merayakan dengan menyajikan berbagai macam kue dan buah selepas shalat taraweh Minggu 4/6/2017 (Foto: JBR)

PATTAE.com | Setiap bulan Ramadhan, sebagai ummat islam, tentu sudah mengetahui malam-malam apa saja yang di spesialkan pada malam Ramadhan, dan biasanya di ekspresikan melaui perayaan, atau dengan melalui shalat sunnah pada malam hari.

Ada tiga malam yang begitu di spesialkan pada bulan Ramadhan seperti sabda Rasulullah SAW yaitu, pada malam ke 10 pertama, malam ke 10 kedua, dan malam ke 10 ketiga Ramadhan/malam Lailatul Qadr.

Masyarakat pattae, khususnya yang beragama Islam, memiliki tradisi berbeda untuk memamfaatkan ke 3 malam spesial tersebut pada bulan Ramadhan. hal ini sangat unik karena setiap malam ke 10 Puasa, masyarakat pattae menyediakan berbagai macam kue-kue an, dan berbagai jenis buah-buahan yang siap dibawah ke masjid.

Menyediakan berbagai macam kue ini, dilakukan setiap penduduk dalam satu rumah tangga, kemudian kue tersebut di bawah ke masjid untuk melaksanakan perayaan dan Ma’baca-baca (do’a bersama) / Zikir pada malam ke 10 Ramadhan.

Mereka beramai-ramai membawa kue masing-masing, ketika beranjak shalat isya dan taraweh, serta ada juga yang membawa kue beserta buah-buahannya selepas shalat taraweh selesai dilaksanakan.

Tentunya, selain menjalankan tradisi yang sudah berpuluh tahun dilaksanakan, hal ini juga menjadikan anak-anak kecil rajin mengikuti shalat taraweh, dimana sajian kue, dan buah, menjadi pemikat hati mereka.

Setiap dilaksanakanya tradisi ini, masjid terlihat padat yang di penuhi banyak anak-anak. tapi, itu tak jadi masalah, namanya juga anak-anak.

Jenis kue yang biasa di sajikan tidak menentu, baik itu kue tradisional masyarakat pattae, maupun kue-kue yang kekinian, sedangkan untuk jenis buah, disajikan buah sesuai musimnya yaitu buah Pisang, Mangga, Rambutan, Langsat, dan buah Durian.

Ma’baca-baca dan zikir ini dilakukan selepas masyarakat telah selesai melakukan shalat sunnah taraweh secara berjamaah, dimana kue-kue tersebut diletakkan di tengah-tengah jamaah yang datang kemudian disantap bersama setelah Imam membacakan Do’a.

Mungkin masih banyak yang belum paham tentang makna dari malam ke 10 Ramadhan dalam agama islam. Berikut penjelasan singkat, yang dikutip dari beberapa sumber

Tiga Malam ke 10 Puasa Bulan Ramadhan

Uraian singkat tentang malam ke 10 Ramadhan yang dilakukan 3 kali selama puasa Ramadhan berlangsung.

Malam Pertama 10 ramadhan: Diyakini, Sebagai malam yang penuh rahmat yang diturunkan oleh Allah SWT sehingga, disarankan untuk banyak-banyak ber-do’a agar rahmat Allah SWT tercurah kepada kita.

Malam Kedua 10 Ramadhan: Dipercaya sebagai malam maghfirah, dimana pintu tobat terbuka selebar-lebarnya sehingga disarankan pada malam ke 10 kedua ini, banyak-banyak lah melakukan Taubatan Nasuhah (taubat yang sesungguhnya) agar segala dosa-dosa kita diampuni oleh Allah SWT.

Malam Ketiga 10 Ramadhan: Merupakan malam yang lebih muliah dari seribu bulan, malam Lailatul Qadr dimana pada saat itu diturunkan Al-Qur’an sebagai penunjuk jalan menuju keselamatan dunia dan akhirat. sehingga, pada malam ini disarankan melakukan shalat sunnah malam, agar senantiasa mendapatkan lailatul qadr, jalan keselamatan dari api neraka.(*/)