265 Juta Penduduk Indonesia, Hanya 2,3 Persen Menyikat Gigi dengan Benar

Menyikat Gigi dengan benar, ternyata hanya menjadi wacana yang belum mampu di praktekkan mayoritas penduduk Indonesia.
Warga Desa Papandangan mengikuti pemeriksaan Gigi yang dilaksanakan PGDI dan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin di rumah warga, Sabtu 29/01/2019. Photografer: Ahmad Falihin.

Menyikat Gigi dengan benar, ternyata hanya menjadi wacana yang belum mampu di praktekkan mayoritas penduduk Indonesia.

Adanya hal tersebut, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), dan HMI Fakultas Kedokteran Gigi Unhas. Melalui Kerja Sosial Nasional mengadakan penyuluhan dan menyediakan pemeriksaan Gigi secara gratis. Kegiatan ini dilaksanakan mulai 24 s/d 26 Januari 2019 di 12 Kecamatan di Polewali Mandar.

Baca Juga: HMI Komisariat KG. Unhas Mengadakan Kerja Sosial Pemeriksaan Gigi Gratis

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), HMI Komisariat Kedokteran Gigi Unhas, dan Pemerintah Daerah Polewali Mandar.

Pelaksana kegiatan Kerja Sosial Nasional atau disingkat SOSNAS, melakukan penyuluhan kesehatan Gigi dan Mulut, serta kegiatan cabut Gigi dengan melibatkan kalangan anak-anak, dan orang dewasa.

Penyuluhan ini, selain melakukan pemeriksaan dan pengobatan Gigi secara gratis, juga mensosialisasikan tata cara yang benar dalam merawat, menyikat Gigi dengan benar sebagai bentuk pencegahan kerusakan pada Gigi.

dr. Indrawati Rahim, mengutif hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018 mengatakan. Masyarakat yang telah menyikat Gigi sesuai rekomendasi, hanya berkisar 2,3% dari total penduduk Indonesia.

“Hasil Riskesdas itu risip kesehatanya itu menunjukan bahwa yang tau cara sikat Gigi itu hanya 23 persen dari total jumlah penduduk seluruh Indonesia”. Ungkap dr. Indrawati, Kepala UPTD Puskesmas Anreapi kepada kontributor pattae.com di lokasi kegiatan penyuluhan Dusun Tondok Bakaru, Desa Kunyi, (25/01).

Angka ini cukup memprihatinkan. Maka dari itu, lanjut dr. Indrawati mengatakan, masyarakat harus mengetahui, dan paham tentang tata cara menyikat Gigi dengan benar sebagai pencegahan pertama kerusakan Gigi.

“Ini kan angka cukup mempirhatikan jadi salah satu tujuanya juga untuk supaya mengetahui cara Gosok gigi yang benar sebagai pencegahan pertama melindungi kerusakan Gigi”. Lanjutnya.

Pada kegiatan penyuluhan, dan pemeriksaan Gigi gratis tersebut, hadir 12 Dokter. Terdiri dari Dokter spesialis, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, serta perwakilan dari Puskesmas Anreapi, Kabupeten Polewali Mandar.(pattae.com-DR)

Kontributor: Desa Ratnasari

Komentar