5 Fakta Tentang Isra wal Miraj Nabi Muhammad SAW

5 Fakta Tentang Isra Miraj Nabi Muhammad SAW
5 Fakta Tentang Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

Al Isra wal Miraj adalah dua bagian dari perjalanan malam yang di lakukan oleh Nabi Muhammad Shollollahu ‘Alaihi Wasallam selama satu malam sekitar tahun 621 M, tanggal 27 Rajab tahun 10 kenabian.

Dalam Islam perjalanan tersebut menegaskan perjalanan fisik dan spiritual. Al Quran, surah Al Isra’, berisi catatan garis besar tentang perjalanan tersebut. Sedang rincian  yang lebih besar ditemukan dalam kumpulan Hadits laporan, ajaran perbuatan dan perkataan Nabi Muhammad SAW.

Isra wal Miraj jatuh pada tanggal 27 Rajab Hijriyah. Perjalanan suci itu yang kemudian menghadirkan perintah Sholat lima waktu bagi umat Islam. Perjalanan itu tentu sangat berkesan bagi umat Islam di mana pun berada.

Tak hanya itu para ilmuan dan orientalis barat banyak menjadikan peristiwa itu sebagai salah-satu obyek penelitian, yang hasilnya banyak menggemparkan dunia saintifik.

Berikut 5 fakta tentang Al Isra wal Miraj Nabi Muhammad yang perlu kalian ketahui ;

Tahun Duka

Isra wal Miraj terjadi pada tahun 621 M. Atau pada tanggal 27 Rajab tahun Islam. Pada masa itu Rasulullah mengalami kesedihan yang sangat mendalam.

Bagaimana tidak, pada tahun itu Rasulullah ditinggalkan oleh dua orang yang sangat berperan dalam perjalanan dakwahnya ; Ummu Khadijah Radhiyallahu ‘Anha dan Abu Thalib. Ummu Khadijah adalah Isteri beliau sedang Abu Thalib adalah paman beliau.

Walau pun Abu Thalib tidak sempat masuk Islam sebelum meninggal, tetapi ia sangat berjasa dalam dakwah Rasulullah.

Terjadi Dalam Semalam

Isra Miraj terjadi dalam semalam, bahkan tidak semalam full. Saat itu perjalanan Rasulullah dari Makkah ke Palestina (Masjidil Aqso) yang kira-kira berjarak 1.500 Km. Dan bisa ditempuh 40 hari dengan perjalanan onta, tetapi Rasulullah hanya menempuh waktu beberapa jam saja. Selanjutnya melanjut perjalanan (Miraj) ke Sidhratul Muntaha

Menerima Perintah Sholat

Disinilah salah-satu keisitmewaan rukun Islam yang ke 2. Jika perintah yang lain didapatkan Rasulullah melalui wahyu saat berada di Bumi, maka berbeda dengan perintah Sholat lima waktu.

Allah Subhanahu Wata ‘ala memanggil Rasulullah dengan jemputan khusus oleh Malaikat Jibril, bahkan diajak berkeliling sampai ke Surga dan Neraka.

Dijelaskan Keilmiahannya

Perjalanan Isra dan Miraj adalah perjalanan yang dahsyat, tak banyak orang yang menganggap peristiwa itu tidak masuk akal, tetapi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Peristiwa itu kemudian banyak mengundang para fisikawan untuk menjadikannya obyek penelitian. Ada banyak bukti konkret yang kemudian berhasil dikemukakan.

Perjalanan tersebut bukan perjalanan luar angkasa, melainkan perjalanan lintas dimensi. Teori yang memungkinkan pada peristiwa isra wal miraj tersebut adalah teori Annihilasi.

Teori ini mengatakan bahwa setiap materi (zat) memiliki anti materinya, dan jika materi direaksikan dengan anti materinya, maka kedua partikel tersebut bisa lenyap berubah menjadi seberkas cahaya atau sinar gamma.

Hal ini telah dibuktikan di laboratorium nuklir bahwa jika partikel proton direaksikan dengan antiproton, atau elektron dengan positron (anti elektron), maka kedua pasangan tersebut lenyap dan memunculkan dua buah sinar gamma. Dengan energi masing-masing 0,511 MeV (Mega Electron Volt) untuk pasangan partikel elektron, dan 938 MeV untuk pasangan partikel proton.

Bertemu Para Nabi

Dalam beberapa riwayat dijelaskan bahwa Rasulullah bertemu dengan para Nabi. Diantaranya Nabi Adam Alaihissalam di Langit 1, langit 2 bertemu Nabi Isa dan Yahya Alaihissalam.

Langit 3 bertemu dengan Nabi Yusuf Alaihissalam, Langit 4 bertemu Nabi Idris Alaihissalam, langit 5 bertemu Nabi Harun Alaihissalam.

Langit 6 bertemu Nabi Musa Alaihissalam, dan langit ke 7 Rasulullah bertemu dengan Nabi Ibrahim Alaihissalam.

Sekian informasi terkait peristiwa Al Isra wal Miraj yaitu perjalanan dahsyat Rasulullah Shollollahu ‘Alaihi Wasallam. Semoga apa yang kami sajikan bisa bermanfaat bagi kita semua. Allahu ‘alam. (PaTTaE.com)

Penulis: Ame’ / Ondoyong*

Pimpinan Pondok Pesantren Al Risalah, Ust. Mudir sedang menandatangani nota kesepahaman mengenai tiga bentuk kegiatan bersama 7 Desa Se-Kecamatan Binuang, Sabtu 11/01/2020.
Tiga Bentuk Kegiatan Kerja Sama Ponpes Al Risalah dengan 7 Kepala Desa