5 Hal yang Bisa Membuat Berita Telat atau Gagal Rilis

5 Hal yang Bisa Membuat Berita Telat atau Gagal Rilis
5 Hal yang Bisa Membuat Berita Telat atau Gagal Rilis

Terdapat 5 hal dalam membuat Berita, redaktur terkadang telat atau bahkan gagal merilis sebuah berita. Hal ini bukan tanpa sebab. mau tahu? yok.. di baca dengan pelan-pelan.

Digitalisasi mengkondisikan manusia menjadi komposisi primer, dan hal itu kemudian membuat (hampir) semua orang terkoneksi dengan internet, tentu gawai ditangannya.

Keberadaan gawai (baca: gadget) seolah mempermudah aktifitas-aktifitas keseharian, contoh kecil dari berhubungan jarak jauh yang mudah, sampai pada soal bayar-membayar kebutuhan rumah tangga ibu-ibu.

Bermunculannya ragam aplikasi sosial media, serta perkembangan E-commerce (serba online) yang makin kompetitif. Mengkondisikan perusahaan media juga terlibat dalam perkembangan tersebut.

Perkembangan dunia digital membuat banyak media cetak berlomba-lomba beralih konsen di dunia digital.

Walau pun menyajikan berita digital terkesan praktis, tetapi pengerjaan belakang layar pun sama halnya media cetak. Sama-sama bekerja dengan tempo waktu yang telah ditentukan.

Oleh karenanya, dari peliput sampai pada redaktur akan selalu bersentuhan dengan alat-alat yang mendukung penuh penyiaran berita, seperti Komputer dan jaringan internet.

Proses penyiaran berita, redaktur menjadi penanggungjawab atas berita yang telah diterima dari reporter atau peliput. Selain mengeditori naskah, redaktur juga menjadi penganggubjawab bidang-bidang yang ada, atau yang biasa dikenal Desk Editor atau Jabrik (Penganggungjawab Rubrik).

Selalu terkoneksi dengan internet tidak kemudian membuat para redaktur terus-terusan merilis berita online. Sesekali – di selang waktu,- mereka mengisi kekosongan dengan menonton YouTube, ngecek gawai, atau bermain game.

Berikut 5 hal yang terkadang menjadi penyebab telatnya berita di rilis. 5 poin ini diambil dari sampel terdekat, yaitu para redaktur ganteng dan cantik Pattae.com, simak apa saja ;

Fasilitas Error

Salah-satu hal yang kadang menjadi penghambat bagi para redaktur. Apabila alat kerja yang tersedia di kantor seperti komputer, jaringan WiFi, listrik padam dan lain-lain mengalami kerusakan.

Berita yang dikejar deadline akan membuat sang redaktur kejar-kejaran dengan waktu. Belum lagi ancaman teguran atau omelan dari Pimred. Atau hal klise, cerita belakang layar (baca: ma’gosip) para peliput berita yang berita liputannya gagal rilis/siar.

Game / Panontong Youtube

Game dan youtube (apalagi live streaming bola), kadang menjadi pemicu telatnya berita di rilis.

Media online pastinya selalu di-back up oleh kesediaan jaringan internet. Tapi, terkadang redaktur menyalahgunakan fasilitas itu untuk kemudian bermain game online atau nonton Daily Vlog-nya Atta Halilintar di YouTube.

Karena keasyikan nonton dan main game, si redaktur kadang lupa mengeditori/menyunting hingga merilis naskah berita yang tanggal kedaluwarsanya hari itu juga.

Cakkaru’du (Ngantuk)

Hal ini sebenarnya dapat dialami oleh siapa pun, dan profesi apa pun itu, tetapi bagi para pekerja media, hal ini bisa menjadi fatal jika dialami pada waktu mengedit dan merilis berita.

Cakkaru’du atau ngantuk, juga menjadi kendala tersendiri akibat menonton YouTube atau bermain game semalaman. Redaktur ganteng dan cantik Pattae.com kadang cepat mengalami kelelahan dan ngantuk. Tiba masa merilis berita, akhirnya tertunda akibat waktu kerja diisi dengan bob’ syantik.

Gawai dan Asmara

Sekali lagi perkembangan digital membuat semua orang mampu terkoneksi walau dengan jarak jauh tentu dengan Smartphohe. Hal tersebut kemudian terkadang menjadi penghambat tersendiri dalam pengeditan dan perilisan sebuah berita online.

Bagaimana tidak, disaat tengah mengeditori berita sesekali para redaktur mengecek hapenya berharap ada chat dari sang gebetan atau mungkin mantan, atau hanya sekedar mengecek Instagram. Walau pun sebenarnya, hape bisa saja menjadi alat kerja yang juga mampu membantu perilisan berita.

Ta’de-ta’de (Redaktur Gaib)

Ta’de-ta’de dalam bahasa Pattae berarti sering menghilang. Bagi para kreator Pattae.com, hal ini kemudian menjadi penghambat apa bila redaktur yang diharapkan mengeditori dan merilis berita tiba-tiba tidak ada di kantor dan susah dihubungi.

Maklum lah.., media yang baru merangkak ini belum ada jam kerja pasti.

Sekian informasi tentang 5 hal penyebab yang membuat berita terkadang di Pattae.com telat, bahkan gagal rilis.

Bagi para pembaca Pattae.com mohon maklum, redaktur juga manusia, yang punya gairah menonton dan urusan asmara.

Penulis: Ame’ / Ondoyong*

Perjuangan Siswa asal Pulau Salama
Demi Sekolah, Siswa Asal Pulau Tosalama Sebrangi Lautan