7 Hari Menjelang Bulan Puasa, Harga Sembako Belum Alami Kenaikan

Harga Sembako
Foto: Pasar Sentral Pekkabata Kabupaten Polewali Mandar

Harga sembako menjelang bulan Ramadhan belum menunjukkan kenaikan. Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Pendustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Polewali Mandar Agusnia Hasan Sulur, saat ditemui di Kantornya Jalan KH Wahid Hasyim, Pekkabata, Kabupaten Polewali Mandar, Senin (5/4/2021).

Kata Agusnia, sesuai pantauan dari Disperindag Polman, harga sembako di pasar yang ada di Kabupaten Polewali Mandar, masih di batas normal, atau belum mengalami kenaikan.  

“Sesuai pantauan yang ada di bidang perdagangan setiap minggunya, 2 kali seminggu. Sampai saat ini belum ada yang bergerak. Yah, harganya masih dibatas normal saja,” katanya

Menjelang masuknya bulan ramadhan, ia juga menjamin kesediaan bahan pokok di pasar cukup terpenuhi. Termasuk beras, dan kebutuhan rempah-rempah.

“Stok pangan tetap aman, beras iya kan kita lagi panen yah. Terus kemudian di Bulog juga belum terlalu berpengaruh. Tetapi antisipasinya itu sudah di antisipasi lebih awal,” jelasnya.

Di lain pihak, Buhania salah satu pedagang bahan kebutuhan dapur di pasar Sentral Pekkabata juga menyampaikan hal serupa. Ia mengatakan, untuk saat ini harga masih normal.

“Tetap ji. masih normal ji,” ungkapnya

Bahkan, pedagang yang diketahui sudah 5 tahun berjualan bahan kebutuhan dapur mengaku, beberapa harga rempah-rempah seperti Bawang Merah, justru mengalami menurunan.

Harga Bawang Merah sebelumnya mencapai Rp 20.000-an / Kilo. Turun menjadi Rp 15.000/Kg.

“Apa ini barang Bawang berapa hari sudah ditelpon belum terus ada datang. Karena turun sekali harganya dari 20an ke 15. Nah anu orang dari atas nda tau kalau sampai disini,” jelasnya

Meski demikian, Buhania mengaku belum dapat memprediksi apakah harga sembako dan bahan-bahan dapur akan naik atau tidak pada hari pasar nantinya. Karena menurutnya, kenaikan harga biasanya terjadi 3 hari menjelang puasa.