88 Mahasiswa Unasman Lolos Program Kampus Mengajar Ditjen Dikti

Program Kampus Mengajar
Gambar Ilustrasi

Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) loloskan 88 mahasiswanya mengikuti program Kampus Mengajar, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud Ristek angkatan II Tahun 2021.  

Kampus Mengajar sendiri, merupakan bagian dari kegiatan mengajar di Sekolah dari Kampus Merdeka. Dimana, mahasiswa dihadirkan sebagai bagian dari penguatan pembelajaran literasi dan numerasi tingkat SD dan SMP di seluruh Indonesia.

Koordinator Kampus Mengajar Fatimah mengungkapkan, program tersebut bertujuan untuk membekali mahasiswa dalam menguasai berbagai keilmuan/keahlian yang berguna untuk memasuki masa depan. Selain itu, juga menjadi partner guru dan sekolah dalam melakukan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran.

Herlina Ahmad selaku sekretaris Kampus Mengajar menambahkan, kontribusi mahasiswa dalam Kampus Mengajar. Selain memberikan pembelajaran, juga berkontribusi dalam membantu manajerial sekolah.

“Ini mahasiswa Membantu guru dalam pelaksanaan pembelajaran khususnya dalam pembelajaran literasi & numerasi. Membantu adaptasi teknologi dalam proses pembelajaran (daring & luring) Mendukung kepala sekolah dalam bidang administrasi dan manajerial sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Unasman Chuduriah Sahabuddin, menyampaikan rasa syukur karena Mahasiswanya diberi Amanah ikut serta dalam mensukseskan program Kampus Mengajar.  

Kriteria Kampus Mengajar sendiri terdiri dari mahasiswa S1 minimal semester 5 dengan IPK Minimal 3,0 dari Skala 4. Selain itu, Akreditasi Program Studi minimal B dan Perguruan Tinggi di bawah naungan Ditjen Dikti.

Adapun Program Studi (Prodi) dari 88 mahasiswa Unasman yang lolos Kampus Mengajar tahap 2 diantaranya. Prodi Peternakan 5 orang, PPKn 37 orang, Pendidikan Matematika 19 orang. Kesehatan masyarakat 14 orang, Ilmu Pemerintahan 7 orang, dan Hukum Ekonomi Syariah 6 orang.

Kampus Mengajar Angkatan 2 merekrut 17.000 mahasiswa yang akan diterjunkan ke 3.400 SD yang sudah ditunjuk dan 3000 mahasiswa diterjunkan ke 375 SMP di 34 Provinsi.(*)