Ada Isu Penimbunan Minyak Goreng, Komisi II DPRD Polman Gelar RDP

Penimbunan Minyak Goreng
RDP terkait adanya isu Penimbunan Minyak Goreng, di Ruang Komisi II DPRD Polman, Selasa (22/2/2022).

Adanya isu penimbunan minyak goreng yang diduga dilakukan salah satu mini market. Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), di Kantor DPRD Polman. Selasa (22/2/2022).   

Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Polman pada Kamis (17/2) kemarin. Melaporkan adanya dugaan penimbunan salah satu ritel modern di Polman yang dianggap merugikan banyak masyarakat.

Laporan tersebut lalu ditindak lanjuti Komisi II DPRD Polman dengan memanggil pihak Dinas Perindagkop Polman. Satreskrim Polres Polman, dan pengurus HMI Cabang Polman, untuk membicarakan terkait isu penimbunan minyak goreng tersebut.  

Pada RDP yang berlangsung di ruang Komisi II DPRD tersebut, pihak HMI sebagai pelapor, meminta adanya ketegasan dari pemerintah bagi pelaku penimbun.

Mereka menginginkan, bila salah satu ritel yang dimaksud tersebut, terbukti menimbun barang dagangan yang langka di pasaran. Pihak pemerintah harus mencabut izin usahanya, bahkan jika perlu, pelaku tersebut dipenjarakan.

“HMI secara kelembagaan, khususnya yang ada di Kabupaten Polewali Mandar ini. Akan terus mengawal apa-apa yang menjadi Kebutuhan pokok masyarakat dengan bekerja sama dinas Perindag dan Komisi II DPRD Polman,” terang perwakilan HMI Cabang Polman Arifin Jalil.

Wakil Sekretaris Umum Perguruan tinggi kemahasiswaan dan kepemudaan HMI Cabang Polman itu, juga meminta kepada Satgas Pangan yang telah terbentuk, untuk turun langsung menindaklanjuti keresahan masyarakat di tengah langkanya minyak goreng.

Menanggapi laporan adanya penimbunan minyak goreng, Kepala Dinas Perindagkop Andi Candra, mengungkapkan, akan mengkomunikasikan hal tersebut ke bagian ekonomi, untuk ditindak lanjuti oleh Satgas Pangan.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Polman Rahmadi Anwar, tidak mendapat adanya kelangkaan minyak goreng, yang ada hanya kenaikan harga. Hal itu disampaikan sesuai informasi dari para pedagang.

“Jadi minyak sebenarnya ini tidak langka, tapi kenaikan harga yang terjadi,” ungkap Rahmadi.

Meskipun demikian, pihaknya mengaku siap turun kelapangan jika informasi terkait kelangkaan minyak goreng yang dipermainkan itu, valid.[*]