Ada Rasa di Sumur Jodoh Karampuang Mamuju

Sumur Jodoh Karampuang
Sumur Jodoh Karampuang

Membincang soal jodoh, menjadi hal urgen bagi para jomblo, yang sudah lama sendiri, dan belum memiliki pasangan hidup. Resah, galau, bisa jadi membuat hati tidak tenang, ingin buru-buru, atau santai saja sambil tetap meyakini sepenuh hati, kalau jodoh itu di tangan Tuhan.

Terkadang pula ada guyonan, mengatakan hati-hati jangan sampai Tuhan lepas tangan, ada juga sambil berdoa “Ya Tuhan jika dia jodohku maka dekatkanlah. Namun, jika dia bukan jodohku, maka jodohkanlah,”.

Yah setiap orang yang tidak memiliki pasangan, saat ditanya perihal jodoh, mungkin akan menjadi suatu hal yang cukup merisaukan, bisa jadi menjengkelkan. Ada banyak cara ditempuh, untuk mendapatkan pasangan yang diimpikan bukan.

Kota Mamuju yang juga dikenal dengan sebutan Kota Manakarra. Ibu Kota Provinsi Sulawesi Barat, Yah pagi ini kuseduh kopi, dan menyantap Kue Buroncong di Kompleks BTN Tamboyako Mamuju. Aku bersama kawan-kawan rehat, semalam baru saja kami menuntaskan kegiatan launching di Rumah Baca Lentera Manakarra.

Kopiku sudah setengah gelas terseduh, sembari kembali menstimulus energi, untuk bersama kawan-kawan segera balik ke Kabupaten Polewali Mandar. Namun tiba-tiba kawanku, bernama Rahmayani Kamaruddin, antusias ingin berkunjungan ke Pulau Karampuang, dan mengajak tim kami siap-siap, segera kita berwisata ke Pulau Karampuang.

“Kita juga ke Sumur Jodoh yah kakak-kakak. Jadi kita jelajah dua rute, di Sumur Jodoh dan Gua Lidah,” ungkap Rahma begitu semangat.

Kami pun hanya terkesima, seketika Rahma gesit memainkan telefon, dan langsung menelefon ke founder Lentera Manakarra, untuk menjadi guide ke Pulau Karampuang, dari perbincangan mereka terdengar aman.

Maka berangkatlah kami ke Pulau Karampuang. Keindahan laut dan panorama deretan mangrove, gugusan pula, indah dipandang mata, serasa tak ingin balik ke Kabupaten Polman, meski di Polman juga banyak wisata bahari.

Wisata Mamuju ada karakter tersendiri, begitu indah, elok, dan cocok sekali buat ngadem. Apatah lagi bagi anda yang ingin pra-wedding, pilihan di Pulau Karampuang menjadi view keren.

Tampilan Sumur Jodoh Karampuang. Foto: Karmila Bakri

Rute pertama di sumur jodoh, dalam benakku terlintas, ini kali pertama aku ke Pulau Karampuang, sumur jodoh tiga rasa, memiliki filosofi. Yah, konon katanya kalau kita minum, atau membasuh muka di sana maka jodoh tak akan lama lagi menghampiri.

Aku pun penasaran sedahsyat apa pengaruh sumur jodoh tersebut, tak apa ini cerita menarik. Bukan juga lantas mengharap pada sumur jodoh hingga menduakan Maha Tunggal. Setiba di dermaga Pulau Karampuang, bijaklah hati menelusuri jalan menuju sumur jodoh. Guide (Pemandu) kami begitu sangat luwes bercerita, dan akhirnya tibalah di sumur jodoh. Bukan hanya kami, namun sudah ada beberapa pengunjung mengitari sumur jodoh.

Raut wajah pengunjung, terlihat mereka para pemburu jodoh, masih single ingin pula mengobati rasa penasaran. Kak Jasman guide kece, mengabadikan kami dengan memotret terang-terangan, kadang juga secara diam-diam mengambil gambar.

“Ayo siapa yang lebih dulu ingin mengecap rasa air ini, bisa diminum, bisa membasuh wajah, bisa pula mandi,” ungkap Kak Jasman sembari menimbah air dari sumur.

Raut wajah malu-malu tapi mau, mana tau betul-betul sepulang dari sini, langsung ketabrak jodoh, langsung ketuk pintu KUA, dan sebar undangan. Centilan dan keseruan pun tercipta, guyonan asyik, menggelitik, penuh harapan terselubung.

Majulah kawan kami Rahma, yang lebih dulu membasuh wajahnya, entah apa niat dalam hatinya, terlihat begitu sangat khusyuk. Aku pun mengaminkan diam-diam dalam hati, tentu dengan menyandarkan segalanya kepada Maha Takdir.

Setelah beberapa kawan satu persatu maju, tibalah giliranku, aku mengecap, yah benar tiga rasa dari sumur jodoh, ada rasa asin, payau, dan tawar. Jarak sumur sangat dekat dengan tepian pantai, kuasa Tuhan bisa ada rasa air yang berbeda, gumamku dalam hati.

Yah, bagi Anda yang hingga saat ini belum menemukan jodoh, atau tambatan hati. Bolehlah mengunjungi Pulau Karampuang yang terletak di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

Gambar Sumur Jodoh Karampuang

Masyarakat di Pulau Karampuang percaya. Ketika menyambangi sumur tiga rasa tersebut, dan mencicipi rasa air dari sumur, yang memiliki rasa tawar, payau dan asin itu, bisa mendatangkan jodoh lebih cepat.

Tidak hanya itu mata akan disuguhkan pemandangan bawah laut, seperti karang dan biota laut lainnya yang cukup menyegarkan mata. Bening dan jernihnya air, membuat biota laut yang ada di dalamnya terlihat cukup jelas. Rumah warga berjajar rapi, senyum sambut sapa para anak-anak pantai, dan warga yang kami jumpai, membuat hati menjadi adem.

Jika diperhatikan secara detail, sumur tiga rasa itu hanyalah seperti sumur pada umumnya. Namun, hal unik, di dalam bagian sumur itu terdapat tiga sekat tembok yang kedalamannya hanya sekira 2 meter. Air sumur tiga rasa ini memang patut membuat rasa penasaran, bisa-bisanya tercipta tiga rasa.

Yah, masih bersarang tanya di benak. Menemani aku berlalu meninggalkan sumur jodoh itu. Kuasa Tuhan menciptakan segala isi semesta ini. Tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan berkehendak, tak pula aku ego menjadi manusia yang tiba-tiba menjustifikasi.

Segala kejadian di muka bumi ini tak selamanya harus dijamah dengan logika, sebab ada energi dari Maha Mistik patut kita yakini. Sederhana saja menurut saya, bacalah alam, bacalah manusianya, agar kita paham bagaimana cara memperlakukannya.

Di muka bumi ini bukan hanya manusia yang berhak tinggal, singkirkanlah ego, mari menjaga harmonisasi sebab semesta senantiasa bijak, saat manusia menjauhkan ego dan keserakahan.

Ayo berkunjung ke Pulau Karampuang, pulau yang terletak di seberang Kota Mamuju dan hanya berjarak sekitar 3 kilometer. Dapat ditempuh dengan perahu motor (katinting), mata Anda akan dimanjakan dengan hal menarik lainnya.(*)