Buka Diklat Pembuatan Aneka Olahan Berbasis Ikan, AIM: Harus Ada Tindak Lanjutnya

Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar (AIM) membuka secara resmi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembuatan aneka olahan berbasis ikan angkatan III
Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar (AIM) membuka secara resmi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembuatan aneka olahan berbasis ikan angkatan III di SMK YPPP Wonomulyo, Rabu (24/2)

Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar (AIM) membuka secara resmi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembuatan aneka olahan berbasis ikan angkatan III di Aula SMK YPPP Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (24/2/2021).

Andi Ibrahim setelah membuka pelatihan yang diselenggaran Balai Diklat Makassar, bekerja sama dengan Disperindagkop kabupaten Polewali Mandar mengatakan, kegiatan seperti itu harus ditindak lanjuti.

“Kegiatan seperti jangan sampai vakum dan harus ada tindak lanjutnya,” kata Bupati

Untuk itu, Pemkab Polman lanjut Bupati, akan menggelar rapat. Melibatkan Bappeda dan Dinas Perindagkop Polman guna mencari solusi bagi para pelaku usaha yang mengalami kendala dalam menjalankan usahanya.   

Kegiatan yang akan berlangsung selama 6 hari tersebut. Hadir Instruktur Balai Diklat Industri Makassar Qamariyah Nurdin dan Kepala Dinas Perindagkop Polman Agusnia Hasan Sulur. Serta diikuti 75 peserta yang telah mengikuti pendaftaran secara online. Sementara untuk pemateri Diklat tersebut, difasilitasi langsung Balai Diklat Industri Makassar

Instruktur Balai Diklat Industri Makassar Qamariyah Nurdin menjelaskan, terdapat 5 jenis olahan yang akan diajarkan ke peserta Diklat termasuk melakukan praktek langsung pengolahan.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perindagkop Polman Agusnia Hasan Sulur saat ditemui di Peltihan Pembuatan Aneka Olahan Berbasis Ikan tersebut mengatakan. Diklat yang diselenggarakan Balai Diklat dan Diperindagkop Polman merupakan kali pertama di selenggarakan di Kabupaten Polewali Mandar.

Karena itu, kata Agusnia akan tetap mendampingi dan mengevaluasi peserta yang betul-betul berpeluang masuk di dunia industri. Apakah mereka akan masuk di kelompok atau mandiri.

“Kita akan mendampingi, melihat dan mengevaluasi nantinya, seperti apa rancangannya kita akan ajukan ke pak Bupati,” jelasnya