Akses Internet Sulit, Begini Upaya Mahasiswa Asal Desa Kurrak Dapat Kuliah Online

Akses Internet Sulit, Mahasiswa asal desa Kurrak berharap ada bantuan pemerintah
Akses Internet Sulit, Mahasiswa asal desa Kurrak berharap ada bantuan pemerintah

Polman — Akses Internet | Mengantisipasi penyebaran virus corona atau COVID-19 lebih meluas. Menteri pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Anwar Makarim, mengimbau ke semua sekolah/kampus tuk menerapkan proses pembelajaran dengan menggunakan sistem daring.

Dengan demikian, kampus baik Negeri maupun Swasta pun, menerapkan kuliah berbasis online bagi mahasiswa-nya. Namun, hal itu tentu menjadi hal sulit dilakukan bagi mahasiswa(i) yang secara geografis, daerahnya belum terjangkau akses internet.  

Narmiati(18) mahasiswi asal desa Kurrak, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulbar salah satunya. ia harus menempu jarak yang cukup jauh untuk mengikuti kuliah online.

Jarak tempuh yang harus dilalui-nya, berkisar 1 Km dari rumahnya. Ia biasanya menggunakan kendaraan roda dua ke lokasi yang terdapat jaringan internet. Kadang juga dengan berjalan kaki.

“Dari rumah kesini menggunakan kendaraan, kadang juga jalan kaki. Selain disini, jaringan di tempat lain, di kebun, tapi jaraknya lebih jauh lagi dari rumah,” tutur Narmiati.

Selama kampus tempat ia menimba ilmu menjalankan kuliah online, Narmiati mengaku sering tak mengikuti kuliah. Sebab jaringan yang ada di tempat-nya tidak stabil. Selain itu, aplikasi yang digunakan juga dianggap berat, dengan kondisi jaringan internet yang timbul tenggelam.  

“Karena klu begitu (kuliah daring) pake aplikasi kan? Baru kendala jaringan susah juga. Jadi yahh~~ kadang nda ikut karena jaringan, biar sampai disini (jaringan internet) kadang juga jelek”. ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, Narmiati berharap ada bantuan dari pemerintah khusus-nya untuk daerah yang masih kesulitan jaringan agar mendapat akses internet. Selain itu, perbaikan infrastruktur jalan juga perlu diperhatikan.

Perkembangan terkini, pemerintah daerah Polewali Mandar, tengah menjalankan kehidupan baru yang disebut sebagai kenormalan baru, atau new normal. Dengan demikian, sebagian perguruan tinggi pun, kini kembali mulai menjalankan kuliah tatap muka di kelas, dengan tetap menerapkan protokoler kesehatan.[pattae.com]*