Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Polman Bertahan Meski Diguyur Hujan Deras

Diguyur Hujan Deras
Massa Pendemo tolak UU Cipta kerja meski Diguyur Hujan Deras mereka tetap melakukan aksi di depan kantor DPRD Polman

PaTTaE.com – POLMAN | Aksi Mahasiswa di Polewali Mandar kembali unjuk rasa menolak Omnibus Law atau Undang-Undang (UU) Cipta Kerja di depan kantor DPRD Kabupaten Polewali Mandar Jln. Andi Depu Polewali, Jumat (9/10/2020) meski diguyur hujan deras.

Di bawah guyuran hujan deras, massa dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat tersebut terus melanjutkan aksinya meski hujan deras melanda hampir seluruh wilayah Polman.

Ditengah hujan deras tersebut, seakan tidak menjadi halangan bagi mereka menyuarakan aspirasinya menuntut UU Cipta kerja Omnibus Law di cabut.

Setelah massa diterima dan masuk di ruang rapat Paripurna DPRD Polman. Jendral Lapangan (Jenlap) aksi dari salah satu aliansi yang melakukan demonstrasi mengatakan, unjuk rasa yang mereka lakukan adalah aksi damai.

“Kita aksi damai namun jika ada oknum yang melarang kita menduduki DPRD ini. Maka kita akan lawan,” teriak Nendra Jenlap Aksi Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Polman di ruang rapat DPRD Polman.

Menurut Nendra, disahkannya RUU Omnibus Law akan merugikan rakyat, terkhusus masyarakat Polewali Mandar.

Lanjut Jenlap Aksi tersebut mengatakan, dengan adanya UU Cipta Kerja akan memudahkan masuknya insvetor asing dan membuat kerugian terhadap pedagang kecil yang ada.

Selain menuntut pencabutan UU Cipta Kerja, para pengunjuk rasa juga mendesak 9 fraksi yang ada di DPRD Polman untuk menolak UU Cipta Kerja.

Aksi mahasiswa yang berjumlah ratusan tersebut masih terus berlanjut hingga sore dan malam hari. Mereka menunggu keputusan 9 fraksi yang ada di DPRD Polman untuk menolak UU Cipta Kerja.

Sejumlah Mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Polman juga melakukan demo menuntut pencabutan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law di depan Kantor DPRD Polman, Jumat (9/10).[*]