Aktivitas Penjualan Minuman Keras di Big Resto & Cafe di RDP kan DPRD Polman

Big Resto & Cafe
Rapar Dengar Pendapat terkait Izin penjualan Minuman keras di Big Resto & Cafe

Menyikapi laporan masyarakat terkait kegiatan malam di Big Resto & Cafe, DPRD Polewali Mandar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Aspirasi DPRD Kabupaten Polman, Jumat (9/7/2021).

Pada Hearing atau RDP tersebut DPRD Polman menghadirkan pengelola Big resto dan cafe Rian, dan pihak pemerintah seperti Kepala DPMPTSP Polman Mujahidin, Plt. Kadis Perindagkop Andi Chandra, Plt. KasatPolPP Arifin Halim, Sekertaris Dispop Andi Sukma, Camat Polewali Syarifuddin. Serta bagian Hukum Pemkab Polman dan Lurah Takatidung.

Anggota DPRD Polman Amiruddin didampingi Nurdin serta anggota DPRD Polman lainnya dalam RDP tersebut, mempertanyakan kegiatan malam Big Resto & Cafe hingga izin operasi usaha yang di miliki pengelola. Khususnya izin jual beli minuman beralkohol.

Bukan hanya itu, waktu operasional yang melewati batas, kata Wakil Ketua I DPRD Polman itu, juga menjadi sorotan dan dianggap tidak mematuhi Protokol Kesehatan.

Menjawab hal itu, pemilik Big Resto & Cafe Rian menjelaskan, minuman golongan A yang dijual, sudah mengikuti proses perizinan melalui OSS.

“Kami sudah mengikuti proses perizinan, mulai dari permintaan rekomendasi dari Pariwisata, Disperindagkop, Dinkes dan lainnya,” jelasnya \

Ia mengaku telah mendapat izin dari Kementerian terkait 1 bulan terakhir, untuk peredaran atau penjualan minuman alkohol golongan A 0-5 %.

“Setelah izin golongan A nya keluar, baru kami berani untuk menjual minuman miras golongan A. Dan menjualnya itu, baru 1 bulan karena ijinnya baru keluar,” lanjut Rian

Terkait waktu operasionalnya, Rian menyebutkan, itu dibuka mulai pukul 11:00 Wita -1:30 wita Malam. Mengenai hal itu, lanjutnya menjelaskan, tidak disebutkan dalam peraturan izinnya.

Untuk penerapan protokol kesehatan Covid-19, pihaknya mengaku memang masih kendor dalam pelaksanaan Protkesnya. Namun demikian pihaknya telah melakukan upaya meskipun sudah memaksimalkan secara prosedur.

Mengenai adanya indikasi pelanggaran Perda, Kepala Dinas PTSP Mujahidin meminta untuk dilakukan pengkajian terlebih dahulu. Pasalnya, Big Resto & Cafe salah satu pemasok PAD di Polman dan memiliki izin dari Kementerian terkait.

“Perlu dikaji dan dipelajari dulu jika memang Big Resto & Cafe melanggar Perda Kabupaten Polman. Maka akan di tindaklanjuti sesuai aturan yang ada,” pintanya.

Lain halnya yang disampaikan Kepala Dinas Perindagkop Andi Candra. Ia mengatakan, pihak Big Resto & Cafe saat meminta izin, tidak melampirkan izin penjualan minuman keras Golongan A. Hanya terlampir jenis minuman seperti jus dan Makanan pada umumnya.

Setelah RDP berlangsung beberapa jam, pembahasan operasi penjualan minuman keras Big Resto dan Café belum mendapat titik temu. Wakil Ketua I DPRD Polman meminta Pemilik nama yang tertera di Surat Kepemilikan, meluangkan waktu untuk kembali hadir di Rapat Dengar Pendapat selanjutnya.

Sembari mempelajari dan mengkaji posisi Perda Kabupaten Polman dengan lahirnya  izin dari Kementerian. Karena Amiruddin, itu jelas melanggar Perda Kabupaten Polman. Namun dilain sisi mereka memiliki ijin dari Kementerian untuk penjualan.(*)