Aliansi Masyarakat Tani Demo Bupati Polman Terkait Proyek Intake IPA PDAM

Aliansi Masyarakat Tani
Aliansi Masyarakat Tani demo Bupati Polman, Senin (24/5). Foto: Sulfa Raeni/Pattae.com

Aliansi Masyarakat Tani menyayangkan Keputusan Bupati Polman melanjutkan pembangunan Intake IPA PDAM. Mereka pun melakukan aksi penolakan di Kantor Bupati Polman, Senin 24/5/2021.

Keputusan Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar tersebut, dianggap tidak menghargai hasil kesepakatan mengehentikan proyek pembangunan IPA PDAM di DPRD  pada 22 April 2021 lalu.

Kurang lebih 300 massa Aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tani, melakukan geruduk Kantor Bupati Polman untuk menyampaikan tuntutannya.  

Adapun tuntutan Aliansi Masyarakat Tani antara lain:

  1. Mendesak DPRD Kabupaten Polman untuk tetap konsisten dan bertanggung jawab terhadap surat yang telah disepakati bersama masyarakat pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) 22 April 2021 untuk menolak pembangunan.
  2. Mendesak Bupati Polman mencabut pernyataan/surat yang telah dikeluarkan untuk melanjutkan pembangunan proyek IPA PDAM. Karena akan mengganggu aliran air untuk masyarakat dan petani.
  3. Menyayangkan sikap Bupati Polman yang hanya mementingkan pengusaha dan kontraktor daripada masyarakat. Karena mengatakan apabila proyek Intake IPA PDAM tidak dilanjutkan, maka akan mengganggu pembangunan proyek lainnya dari pemerintah pusat di Polman.
Perwakilan Aliansi Masyarakat Tani audiens dengan Asisten II Setda Polewali Mandar

Tak lama melakukan aksi unjuk rasa, perwakilan petani pun di temui Asisten II Setda Polman Sukirman Saleh untuk melakukan audiens.

Sukirman yang menemui massa aksi menjelaskan, proyek pembangunan IPA PDAM di Desa Kunyi tidak akan mengganggu irigasi sawah petani. Menurutnya pintu air nantinya akan dipegang kendali para petani.

Mendengar tawaran dari Asisten II Setda Polman. Perwakilan petani Herman menganggap, solusi buka tutup pintu air yang diberikan Pemkab tidak akan menjamin kelancaran air.

Hal itu, lanjut Herman, justru akan menimbulkan konflik dengan pelanggan PDAM nantinya yang juga membutuhkan air pada saat musim kemarau.

Disela-sela audiens, massa meminta agar Bupati menyampaikan pernyataan melalui telefon atau Videocall. Namun, Bupati menolak dan tetap akan melanjutkan pembangunan Proyek Intake IPA PDAM di Desa Kunyi.

Pada Pukul 13.00 WITA, massa aksi menuju proyek sebagai bentuk penolakan terhadap proyek tersebut.