Anak Terdiagnosa Infeksi Saraf & Paru-paru Asal Mamasa Butuh Uluran Tangan

Infeksi Saraf
Farhan, didampingi sang ayah Hadrawi terbaring di RS Hajja Andi Depu setelah terdiagnosa infeksi sistem saraf dan paru-paru

Tak seperti anak-anak pada umumnya. Farhan (4) bocah Desa Pamoseang Kecamatan Mambi Kabupaten Mamasa hanya dapat terbaring lemas di RS Hajja Andi Depu Polewali, lantaran terdiagnosa infeksi sistem Saraf dan Paru-paru.

Farhan masuk rumah sakit tanpa kartu jaminan kesehatan atau BPJS Kesehatan. Keseharian kedua orang tua Farhan yang bekerja sebagai petani ini, secara ekonomi tak mampu membiayai sang buah hatinya.

Sebab itu, sang ayah Hadrawi, mencoba mengurus BPJS Kesehatan di wilayahnya (Kecamatan Mamasa).

Setelah beberapa kali mengurus, hingga sekarang ini belum ia dapatkan. Padahal, kartu BPJS tersebut sangat ia harapkan untuk membantunya  membiaya pengobatan anaknya.  

Hadrawi, sekarang ini Farhan, sedang dirawat di Rumah Sakit Hajja Andi Depu Polewali dengan jalur umum (prabayar). Sebab, tak miliki kartu BPJS Kesehatan.

Sementara itu, sang ibu Nur Intan, hanya bisa berdoa untuk kesembuhan sang buah hati yang masih berumur 4 tahun.

“Sudah mulai bisa menelan tetapi matanya belum bisa dibuka dan belum dapat menggerakkan badannya, masih sangat lemah,” tuturnya, Senin (15/5/2023).

Saat ini, uluran tangan dari pemerintah dan para dermawan sangat diharapkan Hadrawi dan Nur Intan demi kesembuhan sang buah hatinya dari infeksi sistem saraf dan paru-paru Farhan.[*]