Anggotanya Terlibat Penganiayaan, Dandim 1402/Polman: Akan Diproses Hukum

Dandim 1402/Polman Letkol Czi Masni Etha Yanurianedhi
Dandim 1402/Polman Letkol Czi Masni Etha Yanurianedhi

Menyikapi kasus penganiayaan yang di lakukan anggotanya. Dandim 1402/Polman Letkol Czi Masni Etha Yanurianedhi, memastikan oknum anggota TNI Polman tersebut akan di proses secara hukum.

“Kejadian ini sudah di laporkan langsung pada Komandan Korem. Petunjuk dari beliau, agar masalah ini segera di selesaikan dan di proses secara hukum yang berlaku,” ungkapnya, Kamis (22/9/2022).

Sesuai pemberitaan sebelumnya, seorang anggota TNI Kodim 1402/polman Serma AB melakukan penganiayaan terhadap Pria berinisial MY yang di duga berselingkuh dengan istrinya.

Atas perbuatan anggotanya itu, Letkol Czi Masni Etha Yanurianedhi, oknum anggota TNI tersebut kini di tahan dan akan di periksa Detasemen Polisi Militer (Denpom) Parepare.

Masni Etha juga menegaskan, siapapun itu wajib menjunjung tinggi hukum meskipun itu adalah anggota TNI. Hal ini sekaligus sebagai konsekuensi atas tindakan Serma AB yang telah menganiaya warga sipil.

Sebagai seorang TNI, kata Dandim, mempunyai pedoman Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI. Apabila hal itu kita pegang teguh maka tidak akan pernah terjadi pelanggaran hukum.

“Kasus dugaan penganiayaan Serma AB juga tetap berkoordinasi dengan Polres Polman. Alasannya kasus ini juga melibatkan masyarakat sipil,” ungkap Perwira lulusan Akmil tahun 2002 tersebut.

Selain itu, ia juga sudah bertemu dengan ibu dan adik korban MY, sekaligus menyayangkan kejadian ini. Sepenuhnya keluarga korban menyerahkan masalah ini untuk diselesaikan secara hukum.

“Saya sudah yakinkan keluarga korban kalau kita tetap menjunjung tinggi hukum,” ungkapnya.

Dandim 1402/polman juga mengatakan pemicu kasus penganiayaan ini masih dalam penyelidikan, dugaan sementara adanya perselingkuhan antara korban dengan istri pelaku AB. Sampai saat ini Sersan Mayor AB telah di amankan untuk di periksa dan di mintai keterangan.[*]