Angin Kencang Mencapai 35 Km/jam, Warga Dihimbau Tetap Waspada

Gambar: Angin Kencang
Gambar: Angin Kencang

PaTTaE.com – POLMAN | Belakangan ini, angin kencang melanda sejumlah wilayah di Polewali Mandar. mengenai hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Polewali Mandar menghimbau masyarakat Polewali Mandar untuk mengantisipasi serta waspada terkait bencana yang bisa saja terjadi selama musim kemarau.

Sesuai perkiraan cuaca BMKG Majene, minggu terakhir ini kecepatan angin kencang  tidak pernah dari 35 km/jam. Sehingga dalam hal ini perlu waspada dan menjaga diri dengan tetap memperhatikan lingkungan sekitar seperti mematikan kompor sebelum meninggalkan rumah, dan kondisi listrik yang dapat memicu kebakaran.

Andi Afandi Rahman kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Daerah Polewali Mandar mengatakan, perkiraan cuaca dari BMKG Majene sudah disampaikan ke setiap instansi pemerintahan tingkat kecamatan melalui surat himbauan untuk disampaikan ke warga.

Himbauan juga disampaikan kepada para nelayan untuk tidak berlayar jauh untuk sementara waktu, karena kecepatan angin kedepan-nya tidak bisa dipungkiri.

“Kepada nelayan, kami mohon juga memperhatikan kondisi angin. Karena ini memang kedepan, perkiraan dalam dua hari kedepan ini kecepatan angin tidak dibawah 45km/perjam,” ucap Andi Afandi Rahman saat ditemui di kantor Pemda Polman, Kamis 27/8/2020.

Pihaknya juga mengaku tetap mengupayakan koordinasi dengan pemerintah Kecamatan se-Kabupaten Polewali Mandar untuk tetap melaporkan kondisi masing-masing wilayah. Seperti informasi kebakaran, angin kencang, pohon tumbang dan kekurangan air bersih sepanjang musim kemarau berlangsung.

Selain itu, pada musim kemarau ini, BPBD berharap, warga tetap berhati-hati dalam membuka lahan dengan cara membakar. Khususnya bagi warga yang daerahnya terdapat kawasan hutan, seperti di kecamatan Binuang, Tutar, Bulo, Matangnga dan Anreapi.

“Biasanya, kebiasaan masyarakat kita membuka lahan baru itu yah membakar lahan. Kami himbau untuk menghindari dulu. Kalau pun memang membuka lahan, tetap membakar lahan. Kalau bisa di kontrol supaya api tidak menyebar ke lokasi lain”. tutur Andi Afandi

Terkait dengan bencana kebakaran yang sering terjadi di musim kemarau. BPBD juga menghimbau agar tetap memperhatikan perilaku membuang puntung rokok tidak di sembarangan tempat.[*]