Angka Kemiskinan Meningkat Akibat Covid-19 Mewabah

Angka Kemiskinan Meningkat akibat covid 19
Foto: Money.Kompas.com

PaTTaE.com – POLMAN | Semasa adanya pandemi di Indonesia, menimbulkan dampak secara sistemik ke segala lini kehidupan. Baik sosial budaya, politik, hingga perekonomian masyarakat yang menghasilkan grafik angka kemiskinan akibat Covid-19 meningkat drastis.

Baru-baru ini, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis peningkatan angka kemiskinan di tanah air akibat pandemi Covid-19 menghantam perekonomian Indonesia. Dari data itu, mulai September 2019 hingga Maret 2020, tercatat penduduk miskin meningkat 9,78% atau sebanyak 26,4 juta jiwa.

Peningkatan kemiskinan hingga mencapai 1,63 juta jiwa yang disebabkan pandemi tersebut, diprediksi akan terus mengalami peningkatan selama masa pandemi.   

Tak berselang lama setelah BPS merilis data kemiskinan akibat wabah corona. Hadir jutaan buruh pabrik dengan status kehilangan pekerjaan akibat dirumahkan atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh perusahan akibat adanya pandemi virus corona.    

Tim Pakar Ekonomi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dr Beta Yulianita Gitaharie, dirilis dari media okezone.com (12/5). Dengan mengutip data dari Kamar Dangang Indonesia (Kadin), ia menyebutkan, angka PHK yang awalnya sebanyak 2 juta karyawan/buruh, meningkat hingga mencapai 6 juta orang.

Dari adanya PHK tersebut, tentu hal ini akan menjadi penyumbang angka kemiskinan baru di Indonesia akibat kehilangan pekerjaan.

Selain itu, juga terdapat 12 juta lebih penduduk hampir miskin yang bekerja di sektor informal yang rentan terhadap kemiskinan akibat Covid-19. Hal tersebut digadang-gadang, juga akan menjadi penyumbang angka kemiskinan di Indonesia selama masa pandemi Covid-19 berlangsung.

Konsumsi rumah tangga melambat, kunjungan wisatawan mancanegara menurun dan harga eceran di beberapa komoditas turun. Juga menjadi faktor lain meningkatnya anka kemiskinan di Indonesia.

Analisis Angka Kemiskinan Akibat Covid-19

Beberapa analisis lain mengungkap lonjakan kemiskinan di tengah pandemi yang menghantam perekonomian Indonesia pada akhir tahun 2020 akan menningkat drastis.

Asep Suryahadi, Ridho Al Izzati dan Daniel Suryadarma menulis sebuah jurnal membahas dampak Covid-19 terhadap perekonomian Indonnesia. Yang mengakibatkan warga jatuh dalam jurang kemiskinan.

Dalam jurnal yang diterbitkan Semeru Research Institut 20 Maret lalu, memproyeksikan tingkat kemiskinan akan meningkat menjadi 12,4%. Hal ini menurutnya, akan menyiratkan bahwa akan ada 8,5 juta orang rakyat Indonesia menjadi miskin.

Proyeksi terburuk para analis tersebut, berpendapat bahwa kemajuan Indonesia dalam mengurangi kemiskinan selama satu dekade terakhir akan sia-sia. Mengenai hal itu, langkah pemerintah Indonesia bila ingin keluar dari ancaman tersebut, menurut mereka, perlu adanya perlindungan sosial yang masif.[*]