Asal Usul Janda Bolong Menjadi Nama Satu Jenis Tanaman Hias

Asal Usul Janda Bolong
Gambar: Tanaman Hias Janda Bolong/ilmubudidaya.com

Para pecinta tanaman hias, tentu tak asing lagi dengan jenis bunga yang diberi nama janda bolong. Tanaman hias jenis ini memang banyak diburu terutama masa pandemi sekarang ini. Harganya pun terbilang cukup pantastis hingga mencapai Rp 15 Juta untuk sehelai daunnya.

Mungkin masih banyak orang yang bertanya-tanya, kenapa jenis tanaman hias tersebut, dinamai “Janda Bolong” ? apakah sang penemu pertama adalah seorang janda, atau ada sebab lain.

Nama janda bolong, menjadi pro-kontra dikalangan masyarakat terutama para aktivis emansipasi perempuan, karena hal itu dianggap merendahkan martabat seorang perempuan khususnya yang sudah menjanda.  

Terlepas dari itu, pada kesempatan ini, admin mencoba mengulas asal usul Janda Bolong dari berbagai sumber, untuk menjawab rasa kebingungan anda. Berikut ulasannya.

Dilansir dari CNN Indonesia, seorang Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Yuzammi, memberikan penjelasan darimana asal usul penamaan “janda bolong” melekat pada satu jenis tanaman hias.

Dari laman tersebut, Yuzammi menjelaskan, nama “janda bolong” berasal dari bahasa Jawa yaitu “ron phodo bolong” yang berarti daun bolong. Ron phodo bolong kerap diucapkan secara singkat menjadi “ron dho bolong” yang terdengar seperti sedang mengucapkan kata “rondo” yang dalam bahasa Jawa, artinya adalah janda.

Meskipun sang peneliti, merasa risih mendengar penamaan “janda bolong”. Namun hal itu menjadikan tanaman hias berdaun bolong tersebut semakin populer dan banyak di gandrungi para pecinta tanaman hias.

Dari sekian banyaknya tanaman hias, “janda bolong” yang memiliki marga Monstera (tanaman yang berasal dari Amerika Tropis) tersebut, bukan lah satu-satunya tanaman hias di Indonesia, memiliki nama yang aneh. Ada juga tanaman hias lain yang diberi nama “Lidah Mertua”.

Asal Usul Penamaan Bunga Lidah Mertua

Gambar: Bunga Lidah Mertua / superapp.id

Tanaman hias Lidah Mertua memiliki nama ilmiah Sansevieria, memiliki perawakan seperti lidah dengan pinggiran tajam. Yuzammi menjelaskan, pemberian nama tanaman hias oleh masyarakat Indonesia, kerap diambil dari bentuknya.

Atas dasar tersebut, Yuzammi beranggapan, bentuk dari Sansevieria menyerupai lidah dengan pinggiran yang tajam. Menjadi patokan masyarakat Indonesia menamainya sebagai Bunga lidah mertua. Dimana mertua kerap dijadikan “pameo” (kata sindiran) yang memiliki lidah yang tajam.

Tak cukup hanya itu, masih banyak tanaman hias diluar sana yang memiliki nama-nama yang mengundang tanya darimana asal-usulnya. Meskipun demikian, membudidayakan tanaman menjadi representatif, bagaimana kecintaan kita terhadap alam dan keindahan.[*]