Aset Desa Dibangun Gunakan Dana Desa, Dinas Perkitan dan Komisi III DPRD Polman Turun Mengecek

Bantuan Stimulan
Rapat Dengar Pendapat terkait Bantuan Stmulan antara Kepala Desa, Warga Tamangalle, di ruang aspirasi DPRD Polman Kamis (4/3)

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Bersama anggota Komisi III DPRD Polman, berencana mengecek bangunan “Rumah Ulat” desa Tamangalle yang diduga menyimpang dari prosedur pembangunan.

Hal itu dilakukan guna menindak lanjuti laporan warga desa Tamangalle. Terkait Program Bantun Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dianggap menyimpang dari tata kelola seperti yang disampaikan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRD Polman, Kamis (4/3/2021).

Sebelumnya, Warga desa Tamangalle melaporkan hasil pembangunan Rumah Ulat dari program BSPS menggunakan dana desa, dilaporkan sebagai hasil Bedah Rumah pihak Pemerindah Desa.

Foto Rumah hasil program BSPS Desa Tamangalle

Kepala Dinas Perkimtan Polewali Mandar Andi Mahadiana Djabbar menyayangkan terlambat mendapat laporan dari masyarakat terkait hal tersebut. Padahal ia mengaku telah menunggu keluhan dari warga mengenai program Bantuan Stimulan Pembangunan Swadaya Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar untuk segera di antisipasi.

Adanya bangunan yang menjadi aset desa, pihak Dinas Perkimtan mengaku telah menyampaikan saat melakukan sosialisasi dan verifikasi terkait program tersebut.  

” Dalam sosialisasi itu ada pak Camat, kepala desa ada Masyarakat. Nah, ditahap itu saya sampaikan, jangan ada aset-aset yang dijadikan,” jelas Andi Mahadiana Djabbar pada RDP, Kamis (4/3).

Lanjut Mahadiana menyampaikan, juga kejadian seperti ini merupakan pelajaran dan menjadi bahan evaluasi agar tidak terjadi lagi. Pasalnya data yang ia terima menurut laporan fasilitator yang turun memverifikasi rumah tersebut, mengaku mendapat data dari Kepala Desa.

Untuk itu, pihak Dinas Perkimtan. Akan turun langsung melihat keadaan rumah tersebut bersama Anggota Komisi III DPRD Polman sesuai permintaan warga.

Mendengar hal tersebut, Husain Nawawi selaku kepala desa Tamangalle saat RDP berlangsung, mengaku tidak pernah memberikan data palsu dan tidak berada dilokasi saat Tim Verifikasi turun melihat kondisi bangunan dan mengumpulkan data.

Terkait kepemilikan lahan bangunan Rumah Ulat, Husain menegaskan, itu milik Dewi, (Alm) Suding hanya meminjam karena pernah bekerja sebagai tukang rumah tersebut. Lalu pihak Desa juga meminjam untuk dijadikan program Inovasi Desa.(*)