Bantuan Nontunai dari YAKKUM dan CBM Kepada Korban Gempa di Kabupaten Mamuju

Penyerahan secara Simbolis Bantuan Nontunai oleh Siti Sutina Suhardi

Masa pemulihan bencana gempa 6,2 magnitudo di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dilakukan tahap demi tahap. Tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh proses, dan memakan waktu cukup lama, untuk Sulawesi Barat benar-benar pulih.

Kolaborasi gerakan kemanusiaan tentu menjadi penguat, untuk dilalui secara perlahan, sehingga harapan-harapan penyintas gempa dapat terpenuhi, meski masih banyak yang membutuhkan pembenahan secara menyeluruh, sebab masih ditemukannya titik-titik wilayah terdampak, butuh untuk dijamah secara serius.

Sentuhan kemanusiaan tak henti-hentinya mengalir, rasa empati ini pun dilakukan oleh Yayasan Kristen Untuk Kesehatan Umum (Yakkum) bekerja sama dengan mitranya, Christoffel Blindenmission (CBM), sasaran bantuan nontunai kepada 1.750 penerima manfaat di lima desa dan kelurahan di Kabupaten Mamuju.

Bertempat di Kantor Desa Batupannu,  Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Program bantuan dari YAKKUM Emergency Unit (YEU), dijalankan dengan dukungan Bank Rakyat Indonesia, untuk kemudian diberikan kepada penerima manfaat dalam bentuk rekening, kemudian akan didistribusikan oleh bank BRI Kabupaten Mamuju.

Pada hari Sabtu 1 Mei 2021, bantuan secara simbolis diserahkan oleh Bupati Mamuju, Ibu Siti Sutinah Suhardi, kepada perwakilan lansia di Desa Batupannu. Serah terima simbolis dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan; menggunakan masker, menjaga jarak, dan tidak berjabat tangan.

Pendistribusian Bantuan Nontunai tersebut akan dilaksanakan dalam tiga tahapan, sebanyak Rp. 700.000 selama tiga bulan.

Arnice Ajawaila selaku koordinator program menyatakan bahwa “Bantuan nontunai ini akan dibagikan kepada kelompok rentan,  berasal dari lima desa, dan kelurahan yang telah melalui proses identifikasi kelompok paling berisiko, oleh tim YEU; yaitu Desa Batupannu, Desa Bambu, Desa Tadui, Kelurahan Mamunyu dan Kelurahan Simboro,”.

Selain desa dan kelurahan, ada pun  organisasi yang juga mendapatkan bantuan nontunai, yakni organisasi penyandang disabilitas, GEMA Difabel Mamuju, dan organisasi KDS (Kelompok Dukungan Sebaya) Kawan Mamuju.

Tidak hanya itu, bantuan nontunai juga menyasar kelompok paling rentan, seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, ODHA, keluarga dengan ibu hamil, bayi dan balita, kepala keluarga perempuan, serta masyarakat yang menderita penyakit dengan stigma (TBC, Terpapar COVID-19, dan lain-lain).

Bupati Mamuju begitu antusias dan sangat mengapresiasi, gerakan bantuan nontunai dari YAKKUM. “Pemerintah Kabupaten Mamuju sangat mendukung program-program kemanusiaan, yang dijalankan oleh lembaga kemanusiaan, semoga bantuan nontunai ini, dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari mereka,” ungkap Siti Sutinah Suhardi, selaku Bupati Mamuju.

Apresiasi bahagia juga dilontarkan oleh aktifis GEMA Difabel Mamuju, “Kami sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan YAKKUM Emergency Unit (YEU), bersama Christoffel Blindon Mission (CBM), sejak awal melakukan respon gempa bumi di Mamuju, secara inklusi telah melibatkan kami, organisasi disabilitas lokal mulai dari tahap assesment, kemudian berlanjut emergency respon, sampai pada saat ini di fase pemulihan,” ungkap Safar Malolo, selaku Ketua Gema Difabel Mamuju.

Rasa harus melihat rona wajah para penerima manfaat, sedianya memberikan stimulus energi, bahwa Mamuju, Sulawesi Barat tidak sendiri, ruang-ruang sinergitas kebaikan dan kemanusiaan terbuka.

Uluran tangan dari YAKKUM dan CBM, menjadi penyemangat para penerima manfaat, apatah lagi dengan suasana bulan suci ramadan ini. Panjang umur kemanusiaan, panjang umur kebaikan.