Bebankan Orang Tua Siswa Bayar Biaya Pengisian Nilai, Berikut Penjelasan Ka SDN 030 Binuang

Foto: SDN 030 Binuang
Foto: SDN 030 Binuang

Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 030 Binuang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Andi Ahmad Dani terancam tak bisa lanjut sekolah, lantaran tidak mendapat Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU) dari pihak sekolah.

Tidak mendapat SKHU sebagai dokumen persyaratan mendaftar ke sekolah menengah, Ibu kandung siswa SDN 030 Binuang Nita Haedar(39) pun, menemui pihak sekolah. Namun, ia dimintai uang sebesar 1,5 juta.

“Maumi masuk SMP pak, pergi maka minta SKHU tapi, tidak dikasika. Mungkin itu tidak nakasika karena minta dulu uang satu juta setengah”. tutur Nita Haedar ibu dari Andi Ahmad Dani, saat ditemui di rumahnya, Kamis 11/6/2020.

Uang tersebut lanjut Nita, digunakan untuk membiayai pengisian nilai anaknya pada kelas IV, V dan VI yang kosong.

“Mau tidak mau, anakta itu tidak adami namanya tahun ini, harus mi dia (Dani) di SMP. Tapi, kita kasi dulu satu juta setengah karena itu nilai di anu (di input online). Ungkap Nita Haedar menirukan pembicaraannya dengan pihak sekolah.

“Nanti itu nilai, ku kasi itu anu (wali kelas) yang membuat nilai”. Lanjutnya

Mengenai hal tersebut, Nita tak sanggup membayar lantaran kondisi ekonominya. Pekerjaanya sebagai pedagang bedak yang tak menentu penghasilannya,  tak menyanggupi keinginan pihak sekolah. Namun, ia juga tak ingin anaknya putus sekolah.

“Dimanaka ambil uang, saya tidak mampuka, ada anakku putus sekolah”. Imbuhnya

Klarifikasi Pihak Sekolah SDN 030 Binuang

Dilain tempat, Kepala SDN 030 Binuang, Muhajar, saat dimintai konfirmasinya menceritakan kronologi yang menimpa siswanya Andi Ahmad Dani tak mendapat SKHU.  Ia mengatakan muridnya tersebut sudah dua kali tidak naik kelas sehingga tertinggal 2 tahun dari siswa seangkatannya.

“Begini kronologisnya, itu anak-anak (Dani) masuk sekolah sudah dua kali tinggal (kelas) ya. Singkat cerita, sekarang dia baru duduk di kelas 4, dapodiknya itu berada di kelas 6, karena dia tidak pernah datang”. Jelas Muhajar, selaku Kepala SDN 030 Binuang saat dimintai Konfirmasi.

Lanjutnya, “waktu masih di kelas 2 dia tinggal,  naik kelas 3 tinggal kelas lagi. akhirnya naik kelas 4 padahal temannya sudah kelas 6”.

Karena itu, kata dia, untuk mendapatkan nilai kelas Empat, Lima dan Enam, Ibu Dani diminta menyiapkan uang sebesar Rp 500 per kelas agar mendapat nilai.  

 “Saya bilang secara aturan tidak bisa, secara kebijakan, kalo saya kasi kebijakan, boleh. Tapi, harus ada persetujuan wali  kelas 4,5,6, karena ini anak-anak baru naik kelas 4. Jadi, saya kasi tau begini, sebagai tanda terima kasih ta, siapkan ki 500 ribu rupiah satu wali kelas, untuk membuat nilai”. Dia bilang terlalu pahal itu pak, saya tidak bisa bayar. Ungkapnya

Pihak sekolah tak mempermasalahkan soal bianya. Jika, kata kepala SDN 030 Binuang, tidak terjadi miskomunikasi. Bahkan, sambungnya, jika orang tua siswa ingin menghadap ke masing-masing wali kelas, ia mengaku siap membantu.    

“Saya bilang Begini masalah mahalnya, bicara langsungki dengan wali kela,  siapa tau ada kebijakan. Karena ini apa-apa dibuatkan online ini nilai, tidak sama rapor-rapor sekarang ini bisa ditulis tangan”. Sambungnya[pattae.com/slf]*