Berkah hari Ke 11 Ramadan: Tentang Doa dan Ijabah

Doa dan Ijabah
Gambar: Trabiyah (Doa dan Ijabah)

Bulan Ramadan adalah salah satu tempat terbaik memanjatkan doa agar diijabah (diterima) oleh Allah Swt. Ibnu Katsir menunjukkan bahwa bulan Ramadan adalah salah satu waktu terkabulnya do’a. Namun, do’a itu mudah dikabulkan jika seseorang punya keimanan yang kuat.

Doa merupakan salah satu cara untuk menyampaikan hajat dalam mewujudkan keinginan yang dibutuhkan setelah melakukan ikhtiar atas kebutuhan tersebut. Juga sebagai bentuk ibadah seorang hamba kepada Allah SWT.

Doa dalam makna hakiki adalah keikhlasan yang tinggi untuk menyerahkan suatu urusan kepada Allah SWT. Untuk dinilai apakah doa itu kebutuhan atau keinginan. Sehingga doa bukan sebuah kemutlakan dimana Allah wajib mengijabahnya. Tetapi menjadi hak Allah untuk menilai apakah doa itu sudah menjadi kebutuhan hamba atau hanya sekedar memuaskan nafsu duniawiyahnya belaka. Sebagaimana firman Allah dalam Qs. Al-Baqarah:186

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (QS. Al-Baqarah: 186).

Dalam kitab al-Hikam: Ibnu Atahaillah berkata: “Janganlah karena keterlambatan datangnya Pemberian-Nya kepadamu, saat engkau telah bersunggu-sungguh dalam berdoa, menyebabkan engkau berputus asa, sebab dia telah menjamin bagimu suatu Ijabah (pengabulan doa) dalam apa-apa yang dia pilihkan bagimu, bukan dalam apa-apa yang engkau pilih untuk dirimu, dan pada waktu yang dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau kehendaki.”    

Allah SWT telah menjanjikan bahwa semua hambaku yang berdoa kepada-Ku, maka akan ku kabulkan. Hanya saja manusia terkadang terjebak oleh nafsunya merasa ketika doa tidak dikabulkan, maka Allah telah meninggalkannya.

Doa membutuhkan pengenalan Ma’rifah akan Allah dan terhadap diri sendiri. Allah lebih tahu apa yang terbaik bagi makhluknya, lebih dari tahunya seorang itu, kepada kebutuhan anaknya. Allah akan mengabulkan do’a hambanya bukan pada saat hamba sedang diliputi oleh nafsu merusak. Tetapi do’a hamba akan dikabulkan ketika telah dibutuhkan oleh hambanya, firman Allah dalam Qs. an-Naml : 62 yang berbunyi:

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

“Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya)”. Qs. an-Naml ayat 62.

Sebagai sebuah renungan Sahabat Rasulullah Abu Bakar as-Siddiq setiap saat memohon kesehatan tetapi meninggal dengan terkena racun. Demikian Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib seluruhnya meminta kesehatan tetapi mati terbunuh.

Maka, apabila kita memohon kepada Allah kesehatan, mohonlah apa yang telah ditentukan oleh Allah, ketika kita memohon kepada Allah tentang sesuatu, maka mintalah yang terbaik menurut Allah. Bukan yang terbaik menurut kita, bukan yang diinginkan oleh kita, dan bukan yang disemangati oleh syahwat kita. Tetapi, karena kebutuhan dalam rangka mendekatkan diri kepada-Nya.

Doa yang baik adalah do’a yang tidak mendikte Tuhan, do’a yang didalamnya ada kamaslahatan, do’a yang didalamnya menghindarkan dari kesulitan dan do’a yang didalamnya mendorong ketaatan kepada Sang penerima do’a itu sendiri yaitu Allah Subhanahu watha’alah. Doa kita perbanyak dalam bulan suci Ramadan karena bulan ini adalah bulan dimana dikabulkan nya do’a para hamba yang beriman dan itulah BERKAH RAMADHAN. Semoga…

Majene, 16 Mei 2019 M/ 11 Ramadan 1440 H

Final batupapan Cup III, tim Kunyi Keluar sebagai juara
Final Batupapan Cup III, Team Kunyi Berhasil Meraih Gelar Juara Satu