Berkah Hari Ke 14 Ramadan: Tentang Mata Hati (Bashirah)

Bashirah
Berkah 14 Ramadan: Tentang Mata Hati atau Bashirah

Ditulis oleh: Dr. Adnan Nota, MA.

Plato seorang filsuf Yunani dalam pencarian tentang hakekat sesuatu tidak dapat lagi menemukan kebenaran dengan kemampuan berpikirnya dan mendapati kebuntuan dalam mendefinisikan kebenaran atas nalar pikirnya.

Akhirnya, dia mengatakan alam dengan segala penomenanya tidak berdiri sendiri, tetapi ada zat yang mempengaruhinya. Bahkan ada zat yang memulainya dan dialah diatas segalanya.

Walau demikian, Plato tidak menyebutkan bahwa zat yang dimaksud itu adalah Allah. Tetapi dari ungkapannya dapat disimpulkan bahwa plato telah menggunakan Qalbnya (Bashirah) dalam menemukan hakikat.

Bashirah adalah istilah teknis dalam agama yang menunjukkan “mata hati” yang memiliki fungsi yang spesifik dan vital dalam perjalanan kehidupan manusia. Dimana padanya, menjadi penentu ketika akal dan nafsu bimbang dalam menentukan hakikat sesuatu. Maka Bashirah akan tampil menunjukkan kebenaran dan dapat dipastikan itulah kebenaran yang hakiki. Dalam Qs. Al-Baqarah: 7 yang berbunyi:

خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat”.

Ayat diatas dapat dijelaskan bahwa ketika hati (qalb) telah dikunci, maka pendengaran tidak lagi mau mendengar kebenaran, demikian adanya mata tidak lagi mau melihat kebenaran. Kenapa? karena hati telah dikunci Allah, hati telah ditutup oleh Allah dan pada saat itu kesesatan menjadi bagian dari perilakunya, kejahatan menjadi kebenaran, keburukan menjadi kebaikan dan bersamaan dengan itu sifat munafik akan bercokol, tamak dan rakus menjadi ciri pribadinya.

Bashirah itu bukan melihat hal-hal diluar diri, tetapi Bashirah untuk melihat hakikat kebenaran, melihat yang haqq dalam segala kondisi. Sehingga, kebenaran menjadi komitmen hatinya dari manapun datangnya kebenaran.

Kebenaran tidak tertutup oleh nafsu dan kepentingan, kebenaran tidak terhalang oleh sulitnya keadaan, tetapi kebenaran selalu akan muncul dalam situasi apapun dan kebenaran itu hadir sebagai solusi hidup itulah Bashirah atau suara hati, dan bulan ramadhan menjadi momentum untuk selalu menggunakan Bashirah dalam memberi solusi hidup termasuk termasuk gonjang ganjing politik. itulah BERKAH RAMADHAN. Semoga…

Pesantren DDI Al-Ihsan Kanang, 19 Mei 2019 M/ 14 Ramadan 1440 H

Proses Pembuatan Makanan Khas Baje’ Etnis Pattae