Berkah Hari Ke 6 Puasa: Tentang Dahsyatnya Ramadan

Dahsyatnya Ramadan
Dahsyatnya Ramadan (Gambar: IslamCan.com)

Ditulis oleh: H Adnan Nota

“Ramadhan semua orang membicarakan engkau, semua muslim mendambamu dan semua muslim menunggumu”

Itulah sepenggal kata yang yang pantas disematkan pada Ramadan karena dia begitu dahsyat memberi kompensasi kepada pengagum-nya dan memberi harapan yang luar biasa bagi yang menungguh-nya, dia begitu dipuja, dicinta dan dinanti bagi semua umat muslim bahkan dalam sejarah Rasulullah Saw dua bulan sebelum datangnya bulan ramadhan yaitu pada bulan Rajab dan Sya’ban beliau telah memperbanyak puasa sunnah-nya dan ibadah lainnya serta selalu berdoa:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ، وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan bulan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan”.

Begitulah keistimewaan bulan ramadhan sehingga Rasulullah Saw. berdoa secara khusus dan lebih awal 2 bulan memperbanyak ibadahnya dalam rangka menyambut kedatangannya.

Bulan ramadan menjadi spesial bagi manusia terkhusus umat Muhammad Saw. Malam rentan 11 bulan tentu banyak salah dan dosa, banyak kekeliruan dan kealfaan yang dilakukan.

Sudah barang tentu akan mendatangkan masalah di kemudian hari ketika hamba menghadap ke sang Khaliq. Tetapi, dengan adanya ramadan, maka manusia akan terbebas dari dosa dan akan keluar dari masalah. Syaratnya sangat sederhana bagaimana menyambutnya dengan kegembiraan sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

“Barang siapa yang berpuasa Ramadan karena keimanan dan mengharapkan pahala (dari Allah Subhanahu wa Ta’ala), niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.

Manifestasi dari ciri iman dan harapan pahala atas kegembiraan dalam menyambut bulan suci Ramadhan dapat dilihat dari kegigihannya melakukan qiyamul lail, shadaqah, qira’a al-Qur’an dan sebagainya, sehingga akan terlihat situasi yang agamis dan dinamis dan semua muslim menikmati situasi tersebut. Inilah salah satu cara meraih kedahsyatan dan berkah Ramadhan.

Hal lain yang membuat Ramadan menjadi spesial karena pahala dilipat gandakan, shalat sunnat dinilai sama dengan wajib, shadaqah dinilai sama dengan zakat mal, bahkan tidur orang puasa dinilai pahala oleh Allah Swt. Dalam riwayat Imam Muslim Rasulullah Saw bersabda:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي.

“Setiap amal yang dilakukan anak Adam akan dilipat gandakan. Satu kebaikan dilipat gandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Lalu Allah Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang memberi ganjarannya. Orang yang berpuasa meninggalkan syahwat dan makannya demi Aku semata”.

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ.

“Bagi orang yang berpuasa itu ada dua kebahagiaan, berbahagia pada saat dia berbuka, berbahagia dengan puasanya itu dan pada saat ia berjumpa Rabb-nya”.

Puasa Ibarat bidadari yang cantik jelita dan menjadi rebutan, semua orang mendambanya, semua orang ingin memilikinya dan untuk mendapatkannya hanya dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Betapa dahsyatnya Ramadan bagi pencintanya. Inilah berkah Ramadan.  Semoga…

Pesantren DDI Al-Ihsan Kanang, Polman, 11 Mei 2019/ 6 Ramadan 1440 h

Peserta Calon Jamaa Haji 2018 Binuang, Lakukan Tes Kebugaran