Berlangsung Seminggu, PIFAF Resmi Ditutup Bupati Polman

Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar berfoto bersama Delegasi dari negara Timur Leste saat Penutupan PIFAF 2019 Polewali Mandar
Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar berfoto bersama Delegasi dari negara Timur Leste saat Penutupan PIFAF 2019 Polewali Mandar

Event International Folk and Art Festival (PIFAF) Resmi ditutup bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar di Sport Center Polewali Mandar, Rabu 08/8/2019. Penutupan tersebut di tandai dengan bunyi petasan yang komandoi Bupati Polman beserta para delegasi dari berbagai negara peserta PIFAF 2019.

Kegiatan yang berlangsung selama seminggu ini (1-7 agustus), di ikuti tujuh negara seperti Indonesia, Ceko, Slovakia, Korea Selatan, India, Ekuador dan Timor Leste.

Pada malam penutupan tersebut menampilkan pertunjukan seperti tarian lokal Mandar. Selain itu, terdapat juga penyerahan cendera mata kepada delegasi negera yang telah berpartisipasi, serta pemilihan putra putri pariwisata 2019 oleh bupati Polman.

Perputaran Modal pada Event PIFAF 2019

Bupati Polman mengungkap, sepanjang penyelenggaraan PIFAF 2019,  terdapat perputaran uang hingga mencapai 9 Milyar Rupiah. Perputaran modal tersebut mulai hari ke enam sampai malam terakhir PIFAF dan Polman Expo.

“Dari hari pertama sampai hari keenam mencapai 9 miliyar. Ini kita lakuakan bagaimana mengangakat UMKM di Polman” Ujar Andi Ibrahim Masdar, pada malam penutupan PIFAF 2019.

Lanjut Bupati Polman yang biasa disapa AIM tersebut mengatakan, sumber pendanaan penyelenggaraan PIFAF 2019, bersumber dari berbagai instansi pemerintah baik dari Nasional, Porvinsi, hingga ke daerah Kabupaten.

”Perlu di ketahui penggunaan anggaran bukan hanya menggunakan anggaran dari polman, sekarang dari kementrian periwisata, bantuan dari gubernur. Kita tinggal gunakan dari berkat uasaha kita”. Ungkapnya

Selain itu AIM juga menegaskan, untuk penyelenggaraan PIFAF 2020 akan lebih di perbaiki dari penyelenggaraan tahun ini. Ia juga menghimbau kepada pengusaha jasa hotel untuk segera berbenah diri dalam pelayanan rumah hunian.

“InsyaAllah, PIFAF 2020 yang akan datang, akan kita perbaiki”. Tegasnya

“Ada 13 negara yang sesungguhnya ingin bergabung hanya saja keterbatasab hunian sehingga tidah terakomodir”. Lanjutnya  

“Kalau tidak ada hotel, saya mohon kepada masyarakat polman memperbaiki rumah. Kita akan kembangkan homstay.” Tutupnya [pattae.com]

Penulis: Echi*

Kartu KIP untuk Kuliah Gratis
Kuliah Gratis dengan KIP Kuliah, Berikut Syarat Pendaftarannya