BKKBN Sulbar & Andi Ruskati Komitmen Tekan Angka Stunting di Polman

Angka Stunting di Polman
kegiatan promosi dan KIE percepatan penurunan stunting terselenggara di Desa Banuabaru Kecamatan Wonomulyo, Jumat (13/10/2023).

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Komitmen bersama Anggota Komisi IX DPR RI Andi Ruskati Ali Baal untuk menekan angka stunting di Sulbar khususnya di Polewali Mandar (Polman).

Sejalan dengan harapan Pj Gubernur atas perintah Presiden RI Jokowi, dimana Sulbar saat ini menduduki peringkat kedua stunting tertinggi se Indonesia. Sehingga, kegiatan promosi dan KIE percepatan penurunan stunting terselenggara di Desa Banua Baru Kecamatan Wonomulyo, Jumat (13/10/2023).

Untuk itu, Kepala BKKBN Sulbar Resky Murwanto menyampaikan hadirnya Hj. Andi Ruskati Ali Baal sebagai perwakilan Rakyat Sulbar dan Putri asli Daerah yang dikenal lebih dekat dengan masyarakat dapat menjalankan program-program penanganan stunting lebih cepat teratasi.

“Kami berharap, dengan turunnya mitra kami dari Komisi IX angka stunting bisa turun dan program keluarga bencana tersosialisasi ke masyarakat dan juga dapat mengenalkan pentingnya memakai KB dan menjaga kesehatan,” ungkap Resky Muwarto.

Selain menjadi mitra dari Komisi IX DPR RI, Upaya BKKBN Sulbar sendiri melalui Pj Gubernur menginstruksikan semua steak holder bersinergi bergerak dalam menurunkan angka stunting di Sulbar.

“Alhamdulillah di Sulbar Pj. Gubernur sudah menginstruksikan ke semua mitra-mitra bergerak agar stunting di Sulbar dapat segera teratasi,” ujarnya

Anggota Komisi IX DPR RI Andi Ruskati Ali Baal menegaskan saat ini pemerintah fokus mengatasi stunting karena stunting merupakan program prioritas nasional dengan target penurunan stunting menjadi 14 persen pada 2024.

Oleh karena itu, sosok perempuan yang akrab disapa To Mala’bi Ta Puang Bau mengimbau agar seluruh masyarakat, khususnya ibu hamil dan yang memiliki anak bawah lima tahun (baduta) rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan kehamilan di posyandu dan mengurangi pernikahan dini.[*]