BNN Polman: Ada Empat Kecamatan Masuk dalam Zona Bahaya Narkotika

Zona Bahaya Narkotika di Polewali Madar
Wakil Bupati Polewali Mandar Membuka kegiatan Asistensi BNN Polman

POLEWALI – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) melaksanakan Asistensi Bahaya Narkotika di Cafe NR Coffee, jalan Budi Utomo Kelurahan Pekkabata Polman, Rabu 15/7/2020.

Dengan tema Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba. Kegiatan ini merupakan langkah BNN Polman dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika P4GN sedini mungkin.

Mengingat kondisi perkembangan peredaran narkoba di Kabupaten Polewali Mandar yang semakin hari terus meningkat. Kepala BNN Polewali Mandar Syabri Syam, mengharapakan, dengan dilaksanakannya kegiatan ini. Akan lahir relawan-rewalan yang dibentuk agar dapat menjadi penyambung lidah BNN dengan masyarakat.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan, pembentukan relawan tersebut dapat memberikan progres, setidaknya menurunkan angka kasus narkoba di Polewali Mandar

“Pengangkatan relawan ini, bukan hanya bersifat seremonial semata. Tapi para realawan dapat memberikan dampak nyata bagi penurunan kasus narkoba di Polewali Mandar”. tuturnya

Selain itu, Kasus Narkoba di Polewali Mandar, Syabri Syam mengungkap, setidaknya terdapat empat Kecamatan di Polman yang termasuk dalam zona bahaya peredaran narkoba

“Mengingat kondisi polewali mandar saat ini berada dalam zona bahaya Narkotika khusunya di empat kecamatan yakni Kecamatan Tinambung, Campalagian, Polewali dan Wonomulyo”. ungkapnya

Dalam kegiatan itu, Hadir Wakil Bupati Polman HM Natsir Rahmat, sekaligus membuka kegiatan sosialisasi tentang bahaya Narkoba. Dalam sambutannya, ia menegaskan adanya aksi nyata BNN Polman meminimalisir peredaran narkoba.

Kepada para relawan yang hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Polman berharap dapat membantu mensosialisasikan bahaya narkoba pada masyarakat dilingkungan masing-masing.

Diketahui, BNN Polman membangun kerja sama dengan pemerintah desa dalam upaya P4GN di Polewali Mandar. Kedua desa yang menjadi Lokus kerja tersebut yaitu, Batetangnga dan Rappang Barat.

Sekertaris desa Batetangnya Abd Azis, yang turut hadir dalam kegiatan itu mengatakan, dipilihnya desa Batetangnga menjadi Lokus Kerja BNN Polman dapat mencegah peredaran narkotika di desanya.

“Dengan kerjsama ini dapat mencegah peredaran narkotika diwilayahnya. Mengingat, kondisi desa Batetangnga merupak desa tujuan wisata di Polewali Mandar yang dikunjungi wisatawan mencapai 10.000 orang perpekannya”. tuturnya

Kegiatan Asistensi zona bahaya Narkotika di Polewali Mandar itu, berlangsung mulai pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 17.00 wita.[rilis/]*