Bolang! Misteri Gelap Saat Musim Buah Telah Tiba

photos taken by Ma'muk in Batetangnga Village
photos taken by Ma'muk in Batetangnga Village

Musim buah di Desa Batetanga merupakan salah satu musim yang sangat ditunggu oleh masyarakat Pattae di Desa tersebut. Musim buah ini menjadi manfaat dan keseruan tersendiri bagi masyarakat Batetangnga baik kalangan anak muda sampai orang tua.

Sekilas Musim Buah di Desa Batetangnga

Musim buah di Desa Batetangnga menjadi manfaat yang besar bagi pendapatan masyarakat di Desa tersebut. Tak jarang mereka bisa kita jumpai disepanjang pinggir jalan poros wisata batetangnga, tempat permandian banyak menjual hasil panen buahnya di gasebo (kalampang) buatan tangan mereka sendiri.

Gasebo atau yang disebut masyarakat Pattae Batetangnga dengan istilah kalampang merupakan tempat bagi mereka berjualan hasil buah dari kebunnya. Selain pemanfaatan musim buah di Desa Batetangnga, ternyata masih ada keseruan lain saat musim ini telah tiba.

Keseruan itu tidak luput dari kebiasaan mereka menjaga buah yang masih ada di pohonnya atau masyarakat Batetangnga menyebutnya Ma’gappa. Dengan bermodalkan rumah kecil (lattang), penerangan (sulo/pelita) mereka berani tinggal ditengah kebun sendiri. Dan tentu tidak luput dari secangkir kopi ya guyz!

Cerita Singkat Misteri si-Bolang

Ada yang tidak jarang terdengar oleh masyarakat Pattae Batetangnga saat menjaga buah-buahannya di tengah hutan.? Bukan suara setan, suara harimau, ataupun suara perut keroncongan. hehehe! Tapi suara itu adalah kalimat yang mengisyaratkan agar mereka berhati-hati dengan Bolang.

Bolang? Yaa! bolang merupakan sebutan yang sering muncul di telinga para petani saat menjaga buah di kebunnya. Bukan karena si-bolang adalah artis yang kerap muncul di TV, tapi dia adalah sebutan bagi orang yang tidak bertangung jawab.

Kenapa,! kok bolang tidak bertanggung jawab? Alasan umum yang kerap keluar dari mulut masyarakat adalah karena profesi itu merupakan perbuatan yang tidak terpuji di lingkungan masyarakat suku pattae saat musim buah tiba.

Singkatnya! sebutan bolang merupakan kata yang mengartikan sebagai penjelajah hutan. Namun dia berbeda dari biasanya, karena ia mengambil buah yang bukan miliknya.

“laoko gappai durianmu lallanni bolang” kalimat tersebut mengartikan suatu lelucon tapi serius terhadap sesama petani agar mencegah adanya ruang bagi tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Ciri-Ciri Umum si-Bolang

Berdasarkan cerita masyarakat, bolang atau yang biasa disebut penjelajah durian saat musim buah tiba. Telah diprediksi waktu untuk melakukan aksinya. Umumnya bolang beraksi saat kebun ditinggal oleh pemiliknya.

Menurut ceritanya bolang akan melakukan aksinya saat pertengahan malam (tangnga bongi). Bermodalkan penerangan kecil, tas jinjing putih atau yang disebut masyarakat Pattae, “tasa’ karoro’“. Ciri ini merupakan kategori bolang yang berniat mencari buah orang lain dengan jumlah yang besar.

kategori bolang tidak menentu, mereka bisa saja adalah remaja, orang dewasa ataupun anak-anak, bahkan bisa saja mereka adalah hewan yang hidup di hutan yang mencari makan. Siapa yang tahu? bolang masih menjadi misteri gelap! mari berfikir positif.

Artikel bolang misteri ini berdasarkan cerita dari masyarakat dan rekan-rekan sekitar. Kami hanya berharap misteri bolang tidak menjadi keresahan yang berarti bagi masyarakat atau para petani saat musim buah.

Terimakasih atas segala perhatiannya, semoga artkel ini bisa memberikan sedikit hiburan bagi kalian. Kurru’ Sumanga’ [pattae.com]

Penulis: Irwan Jel*