Bupati Polman Hadiri Grand Opening Festival Malauyung di Tinambung

Festival Malauyung
Bupati Polman saat menghadiri grand opening Festival Malauyung di Tinambung Polman

Bupati Polewali Mandar (Polman) hadiri Semarak Grand Opening Festival Malauyung sebagai upaya melestarikan Budaya Leluhur masyarakat Mandar.

Festival dengan tema Sirondo-Rondo, rencananya berlangsung selama 4 hari. Mulai 9-12 Maret 2023 di Pantai Bahari Tangnga-Tangnga, Kecamatan Tinambung Kabupaten Polman.

Menghadiri kegiatan tersebut Bupati Polman menjelaskan, Festival Malauyung sebenarnya merupakan salah satu acara budaya khas Mandar. Dulunya festival budaya ini disebut sebagai pesta nelayan.

Melestarikan budaya leluhur, Festival tersebut, kata AIM, akan dimasukkan dalam agenda tahunan dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pemkab Polman.

“InsyaAllah akan dilanjutkan  terus, siapapun pemimpin Polewali Mandar kelak acara ini jangan sampai berhenti, dengan harapan mereka mampu memelihara budaya yang menjadi turun temurun,” Tegas Bupati Polman.

“Dan tentunya Festival Malauyung ini merupakan kebanggaan masyarakat dan para nelayan kita,” tambahnya.

Selain itu, penampilan Sayyang Pa’tudu juga tak kalah menarik perhatian yang diikuti peserta dari anak kecil didampingi orangtua (emak-emak), serta lomba perahu yang di perlombakan ini selain pesertanya dari nelayan Polman juga diikuti nelayan dari luar daerah.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata  (Dispop) Kabupaten Polman Aco Musaddad, mengatakan. Festival Malauyung ini seperti dulunya bernama pesta nelayan kemudian seiring dengan perkembangan waktu akhirnya berkembang menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Dalam Festival Malauyung ini banyak lomba yang kita  kemas. Selain lomba sandeq keccu, lomba perahu,  juga ada lomba ngaji atau MTQ. Lomba karaoke dan masih banyak lainnya,” ungkapnya.  

“Alhamdulillah  pendaftaran yang kita sebar  di bantu teman dari media  akhirnya  Banyak yang mendaftar lomba,” katanya.

“Tujuan diadakan  ini sebagai edukasi, juga menanamkan kepada masyarakat akan cinta bahari. Supaya masyarakat  generasi selanjutnya  tetap dekat dengan kebudayaan lokal kita yang ada disini,” katanya lagi.

Pesta nelayan ini sudah ke 15 kalinya diadakan di tempat wisata pantai bahari Tangnga-Tangnga.  Namun kali ini dengan nama  berbeda Festival Malauyung.[*]