Cegah Peredaran Narkoba, Kemenkumham Sulbar Gandeng BNNP-Polman Razia Lapas IIB Polewali

Lapas IIB Polewali
Penggelahan Lapas IIB Polewali oleh Kemenkumham Sulbar dan BNN Sulbar-Polman

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulbar. Menggeledah sejumlah blok tahanan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Polewali, Selasa (14/3/2023) malam.

Penggeledahan ini berlangsung kurang lebih selama tiga jam, mulai pukul 21:00 Wita hingga pukul 23:00 Wita.

Kepala Bidang kemanan Kanwil Sulbar Tubagus M. Chaidir, menuturkan, telah mendeteksi adanya gangguan keamanan. Untuk itu phaknya segera mencegah hal-hal yang ada dalam lapas bekerjasama dengan BNN Sulbar dan BNNK Polman. Dalam hal melakukan pemeriksaan di Lapas Kelas IIB Polewali untuk mencegah terjadinya pengedaran narkoba.

Selain itu, Tubagus menyebutkan di Lapas kelas IIB Polewali terdapat rehabilitasi, penyuluhan dan pembenahan. Agar warga binaan narkoba bisa berubah dan sembuh dari barang terlarang itu.

Selain pemeriksaan di Lapas kelas IIB Polewali, ia mengaku melakukan pemeriksaan di 7 OPT. Sesuai arahan Dirjen ada 3 kunci pemasyarakatan yakni deteksi dini, pemberantasan narkoba dan sinergitas antar APH + back to Basics.

“Ada 9 blok dan alhamdulillah masih dalam kondisi aman tidak ditemukan hal-hal narkoba ataupun handphone. Adapun  barang-barang yang ditemukan ini mengantisipasi terjadinya perkelahian,” terangnya.

Dari pemeriksaan ini ditemukan barang-barang yang dianggap mengganggu keamanan di dalam blok hunian, sementara itu tidak terdapat narkoba dan telepon genggam atau nihil temuan.

“Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan barang narkotika ataupun handphone. namun ada barang terlarang yang didapatkan berupa tali, ikat pinggang, botol parfum, hanger, besi, gunting, pisau cutter, gunting kuku, sendok, paku, sendok, kartu domino, kartu remi, gelas, piring, dan wajan,” Ujar Tubagus.

Kepala bidang pemberantasan BNN Sulbar Herman menyampaikan kegiatan pemeriksaan seperti ini seharusnya memang rutin dilakukan untuk mencegah atau mengantisipasi pengedaran narkoba dalam Lapas.

“Tentu kita antisipasi, bukan berarti harus ada baru kita antisipasi jadi memang ini harus rutin saja pencegahan,” kata Herman 

Sementara itu, Kepala lapas kelas IIB Polewali Abdul Waris mengatakan kegiatan ini dalam rangka menyambut Hut pemasyarakatan dan menyongsong memasuki bulan suci Ramadhan.

Untuk itu, deteksi dini barang-barang terlarang dilakukan dalam hal bersih-bersih dan mencegah terjadinya pengedaran barang narkotika dalam lapas.[*]