Cerita Korban Gempa Saat Magnitudo 6,2 Hantam Sulbar

Korban Gempa Sulbar
Korban Gempa Sulbar

Tangisan pecah, saat relawan menyambangi salah satu warga korban gempa di dusun Penpioang desa Tampalang kecamatan Tapalang Sulawesi Barat. Ia bercerita tentang nasib pasca gempa M6,2 yang memporak-porandakan wilayah Sulbar.  

Kisah pilu Sabir Onggong (50) Warga Dusun Penpioang Desa Tampalang Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju saat mengungsi 5 hari di Pegunungan, Sabtu (23/1/2021).

“Saya sudah di kena dengan musibah apa boleh buat karena ini bukan kemauan kita. Adalah takdir dari Allah Maha Kuasa. Tapi ini semua adalah ada hikmahnya pak,” ucap Sabir sambil mengusap air matanya.

Ia bercerita, dirinya bersyukur karena pada saat gempa, ia bersama Istri dan 5 anaknya masih selamat dari reruntuhan tembok rumahnya. Saat ini, rumahnya sudah tak layak huni.

“Kami bersama keluarga saya ada 7 orang, 5 anak saya yang hampir tertimbun runtuhan tembok. Kemudian kami mengungsi selama 5 hari di pegunungan. Sampai saat ini, anak saya masih di pegunungan mengungsi 5 anak saya,” kata Sabir.

Lanjut, ia mengaku saat ini kondisinya kurang sehat. Sehingga berharap tim relawan Mamuju untuk melihat betul-betul suasana yang ada di lokasi perkampungan yang bisa di kata sudah tidak layak lagi ditempati.

Karena sudah 40 KK yang telah mengungsi. Bukan hanya mengungsi ke Pegunungan, namun ada yang mengungsi ke luar daerah seperti Makassar, Mamasa dan Mamuju Utara.

“Saya betul-betul…! Saya menangis pak, demi untuk terharunya kepada Pak Kabid untuk mencarikan saya jalan. Sehingga tim relawan dari Mamuju datang kesini jauh-jauh pak,” jelasnya sambil menangis lagi.

Ucapan terima kasih yang tak henti-hentinya kepada tim relawan Posko Padang Bulan, yang rela datang jauh jauh menyalurkan bantuan, ia dan keluarga mengaku akan mendoakan relawan dan para donatur yang telah meringankan bebannya.

Mengakhiri ceritanya, ia mengharapkan tindakan Pemerintah baik Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi agar benar-benar memperhatikan masyarakat yang terkena musibah bencana gempa khususnya di Tapalang karena menurutnya Tapalang adalah salah satu pusat gempa yang mengakibatkan rumah dan sekitarnya banyak runtuh.

KD Guntur Ali selaku kordinator Posko Padang Bulan yang turun langsung menyalurkan bantuan, menyampaikan agar Sabir dan keluarga tetap bersabar dengan adanya musibah bencana gempa.

“Mudah-mudah keluarga yang disini semua sehat, kemudian mudah-mudahan keadaan cepat pulih dan kita tetap tawaqal,” jelasnya.

“Kami dari posko relawan Padang Bulan hanya bisa mengizipkan sedikit apa yang kami bisa untuk setidaknya meringankan beban masyarakat yang ada di sini,” Tutup KD.