Cerita Sadariah, Buka Usaha Sapu Lidi Hingga Tembus Pasar Internasional

Usaha Sapu Lidi
Sadariah (tengah) saat melepasan Ekspor Sapu Lidi bersama Gubernur Sulbar. Jumat (22/4)

Membanggakan, milenial asal Polman Sadariah (22), berhasil tembus pasar Internasional melalui usaha Sapu Lidi nya.

Sadariah yang masih mengenyam pendidikan di STIE IBMT Surabaya mengaku mulai terjun menggarap Sapu Lidi pada Oktober 2021 lalu, dengan bernegosiasi dengan Bayer asal India yang menginginkan kualitas Lidi dari Polewali Mandar.

“Modal awal saya memulai ini DP dari Bayer 147 Juta. Dibagi 3 berarti sekitar 60 juta,” Ungkap Sadariah saat ditemui awak media usai pelepasan di Tribun Pancasila, Jumat (22/4/2022).

Sementara itu, untuk mengumpulkan 25 ton Lidi berkualitas dalam kurun waktu 24 hari, dikumpulkan dari beberapa kecamatan di Polewali, Palu, dan Luwu. Ia menerima omzet sekitar 157 juta dengan DP 50%.

“Kalau 25 ton ini dikerjakan hanya 24 hari saja dimana lidi berasal dari Polewali, Palu. Karena kebetulan saya punya tim dari Palu dan Luwu,” Ujar Sadariah

Setelah ekspor ini, Sadariah akan melakukan sistem baru dengan menghadirkan salah satu mesin untuk membantu warga memisahkan lidi dari daunnya.

“Karena saat ini warga masih manual dan kita merakit mesin itu baru satu ada di gudang,” terang gadis kelahiran 2002.

Ditempat yang sama, Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar, menegaskan kepada para Camat dan Kepala Desa bisa memberdayakan potensi yang ada di Polman. Menurutnya, ekspor Sapu Lidi ini adalah lampu penerang yang dinyalakan dari Desa Sambaliwali untuk Polman.

“Sebagai orang tua dan bupati Polman saya mendukung ananda Saridah untuk giat terus mengembangkan usahanya,” harapnya

Untuk potensi kelapa di Kabupaten Polman tersebar dibeberapa Kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Limboro, Campalagian dan Kecamatan Tapango.

“Ini lidi kelapanya terbuang-buang saja padahal kalau ibu desa dan camat motivasi, potensi ini pasti bisa meningkatkan perekonomian daerah,” ungkapnya.

Pelepasan ekspor perdana komoditas pertanian usaha sapu lidi 25 Ton ke India diproduksi CV. Coco Mandar Indonesia asal Desa Sambaliwali Kecamatan Luyo,  ditandai dengan pemotongan pita Gubernur Sulbar di Lapangan Pancasila Polman, Jumat (22/4).[*]