Cukai Rokok Kembali Naik 12,5% di Tahun 2021

Cukai Rokok
Gambar Ilustrasi

Pemerintah RI melalui Menteri keuangan Sri Mulyani Hartati kembali mengumumkan kenaikan tarif cukai rokok sebesar 12,5 Persen. Hal itu disampaikan resmi secara virtual pada Selasa 10/11/2020.

“Kita akan menaikkan cukai rokok dalam hal ini sebesar 12,5 persen” kata Menteri Keuangan

Dari 12,5% kenaikan tersebut, merupakan rata-rata kenaikan tarif cukai per-jenis rokok. Adapun rincian kenaikannya; untuk jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) kategori I yang tadinya Rp 125/Batang  Tarif Cukai 2021 naik sebesar Rp 865/Batang.

SKM II A dari tarif cukai Rp 65/Batang, tahun 2021 naik menjadi Rp 535/Batang. Untuk SKM III B, dari Rp 70/Batang, tarif cukainya pada tahun 2021 nantinya naik menjadi Rp 525/Batang.

Sedangkan untuk Sigaret Putih Kretek (SPM) kategori I dari Rp 145/Batang, pada 2021 nanti naik menjadi Rp 935/Batang. Kategori SPM II A, dari sebelumnya Rp 80/Batang menjadi Rp 565/Batang, dan untuk SPM IIIB, dari Rp 470/Batang menjadi Rp 555/Batang pada tahun 2021.

Untuk Sigaret Kretek Tangan (SKT) tarif cukainya pada tahun 2021 nantinya, kata Sri Mulyani, tidak mengalami kenaikan. Hanya Kretek mesin yang mengalami kenaikan.  

Menteri Keuangan juga mengungkapkan, kerugian negara akibat Barang Hasil Penindakan (BHP) rokok ilegal mencapai Rp 339, 18 Miliyar per November 2020. Dilain sisi Negara juga mendapat peningkatan penerimaan cukai tembakau secara drastis.

Seperti dikutip dari AntaraNews, cukai hasil tembakau yang diterima Negara per oktober 2020 mencapai 79% atau Rp 132,92 Triliun dari target Rp 164,94 Triliun. Capaian tersebut, tumbuh 10% dari tahun sebelumnya.

Hal mendasar yang menjadi alasan pemerintah menaikkan cukai rokok tersebut terkait prevalensi angka perokok bagi kalangan anak-anak, perempuan. Perlindungan dan mendukung petani tembakau, dan Pekerja pabrik rokok.

Selain itu, penerimaan negara dari cukai, serta menekan rokok ilegal. Juga menjadi alasan utama Menteri Keuangan menaikkan tarif cukai rokok yang mulai berlaku tahun 2021 nantinya.