Dasawisma Desa Kunyi Ikut Lomba Tanaman Obat Keluarga (Toga)

Kelompok Dasawisma Desa Kunyi
Kelompok Dasawisma Desa Kunyi

Dasawisma desa Kunyi kembali menjadi peserta untuk penilaian Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tingkat Kecamatan se-Kabupaten Polewali Mandar. Dilaksanakan di dua titik dusun, desa Kunyi yaitu Cendana, dan Tappang.

Berjumlah 20 kelompok dari binaan masing-masing Puskesmas ikut serta bersaing menjadi peserta dalam lomba TOGA tersebut.

“Setiap kita mengikuti kegiatan seperti itu (TOGA), kita selalu mengharapkan seperti itu (juara). Tetapi, kalau memang ada yang lebih baik dari kita, kita terima. Tapi harapan kita, Kunyi yang juara.” Anri selaku Kepala desa Kunyi, Kamis 17 Oktober 2019.

Tahun lalu 2018, desa Kunyi mengikuti  perlombaan Toga, dan berhasil meraih peringkat juara satu. Saat itu, Desa Kunyi diwakili Dasawisma dari dusun Rarekan, dan kampung Pitondokan desa Kunyi.

“Kita juga pernah sampai juara satu TOGA di tingkat provinsi, tapi itu kan lain dusun, yaitu di dusun rarekan kemarin.” Tambah Pak Kepala Desa Kunyi

Terdapat dua tim dari masing-masing bidang tertentu, turun langsung menilai ke lapangan, seperti dari bidang Binkesmas dan seksi kesehatan Tradisional.

Beberapa kriteria perlombaaan yang harus dinilai, diantaranya kerapian, kebersihan penataan pekarangan, serta terampil dan mandiri bermasyarakat.

“Saya melihat ini, antusias dari masyarakat disini (desa Kunyi) cukup bagus. Intinya, kan kalau di kesehatan tradisional itu bagaimana kita bisa memandirikan masyarakat”. Elly Salim selaku kepala seksi kesehatan tradisional, dinas kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.

“Jadi dia bisa menolong dirinya sendiri secara mandiri. Tapi, khusus untuk masalah masalah kesehatan yang ringan saja.” Tambahnya

Keterampilan Dasawisma Desa Kunyi

Salah satu seni terampil yang dibuat masyarakat, nampak terlihat seperti Gazebo Pojok Rokok, yang dijadikan sebagai tempat para bapak-bapak berbagai cerita sambil merokok.

Selain itu, ada juga sebagain warga dari dusun Rarekan, bergerak pada bidang pengolahan rempah-rempah menjadi Jamu khas ibu-ibu Dasawisma Desa Kunyi.

Ibu Hj Hayati, pembina Dasawisma Desa Kunyi mengatakan, usaha yang dikembangkan ibu-ibu binaanya dapat berkembang dan berpenghasilan.    

“Saya sangat berharap, supaya bisa berlanjut terus, dan bisa berpenghasilan tambahan memproduksi Jamu sendiri dan bisa di pasarkan. Contoh di Pitondokan (dusun Rarekan) sudah bisa menghasilkan uang melalui membuat jamu, dan sudah dipasarkan”.  Ucapnya sambil mencontohkan keberhasilan ibu-ibu binaannya.  

“Kami sangat bangga kalau mereka semua berhasil.” Tutup aggota UPTD Puskesmas Kecamatan Anreapi ini saat diwawancarai. [pattae.com]

Penulis: F2*

kelompok usaha abon ikan sedang beristirahat setalah proses pengemasan hasil olahan ibu-ibu dusun Bajoe
Kelompok Usaha Abon Ikan Ibu-ibu Dusun Bajoe Membuka Peluang Kerja