Daur Ulang Sampah di TPI Ditolak Keras Warga & Petani Rumput Laut

Daur Ulang Sampah
Lokasi TPI yang jadi tempat Daur Ulang Sampah

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lantora menjadi tempat daur ulang sampah di tolak keras warga dan petani rumput laut. Mereka menganggap, alih fungsi TPI tersebut akan mempengaruhi penghasilannya.

Tak ingin berlarut-larut, para warga dan petani rumput laut sekitar TPI pun ke Anggota Komisi III DPRD Polman dan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Polman untuk menyampaikan aspirasi mereka.

“Iya di tolak warga, tidak ada masyarakat yang mau pak! Kalau ini tempat di jadikan tempat daur ulang sampah karena limbahnya nanti mengalir ke laut. Sedangkan kita ini bertani rumput laut, terancam kita punya mata pencaharian,” ungkap Masdar dan warga lainnya, Selasa (1/11/2022).

Mereka juga meminta Pemerintah setempat mengembalikan fungsi TPI dengan semestinya. Sebab, sampah yang di TPI sudan mencemari udara.

“Masa TPI mau dijadikan TPA,” Tegasnya.

Sementara itu, Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLHK Polman Muhammad Ilyas Gani, mencoba memberikan penjelasan terkait pengelolaan sampah di TPI Lantora.

Menurutnya, apa yang pihaknya lakukan merupakan langkah terbaik. Pihak DLHK akan menyediakan mesin pengelolaan sampah yang nantinya dapat mengelolah sampah menjadi paving block (batako).  

“Menurut hasil kerja mesin itu, tapi sampai sekarang mesin itu masih dalam perjalanan. Maksudnya dalam perjalanan mesin itu belum ada, belum di fungsikan. Tapi kami sudah di tolak, di demo, sudah ada bentangan penolakan masyarakat,” Ujar Muh. Ilyas Ghani.

Kendati demikian, pihak DLHK Polman tetap mencari tempat yang memang tidak ada penolakan. Agar, sampah di Polman ini cepat teratasi. Untuk itu pihak DLHK terus melakukan sosialisasi ke masyarakat sebelumnya untuk menghasilkan kesepahaman bersama.[*]